Tak Punya Malu!' Purnawirawan TNI Kritik Jawaban Gibran soal Ijazah SMA, Sebut Tidak Pantas Jadi Wapres

 


Ahad, 11 Oktober 2026

Faktakini.info, Jakarta - Respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ditanya mengenai ijazah SMA menuai kritik dari Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI. Juru Bicara FPP TNI, Purnawirawan Moeryono Aladin, melontarkan kritik keras terhadap jawaban Gibran yang dinilainya tidak memadai dalam menjawab persoalan yang dipertanyakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Moeryono dalam konferensi pers bersama mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, pada Jumat (9/10/2026). Dalam kesempatan itu, Moeryono mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons sang wakil presiden dan bahkan mempertanyakan kepantasannya menduduki jabatan orang nomor dua di Indonesia.

Persoalan ini bermula ketika Gibran ditanya mengenai pendidikan SMA yang menjadi bagian dari polemik seputar riwayat pendidikannya. Gibran menjawab bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikan menengah sehingga dapat melanjutkan kuliah di Singapura.

"Ya, kalau saya nggak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura. Ya, itu," ujar Gibran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Jawaban tersebut kemudian mendapat tanggapan keras dari Moeryono. Ia menilai respons Gibran tidak memberikan penjelasan yang memadai atas pertanyaan yang sedang dipersoalkan.

"Itu goblok, bodoh, tidak punya rasa malu," kata Moeryono.

Moeryono bahkan menegaskan pandangannya bahwa Gibran tidak pantas menjadi wakil presiden. Kritik itu menunjukkan kerasnya sikap FPP TNI terhadap persoalan yang mereka anggap perlu mendapatkan penjelasan lebih jauh dari pejabat publik.