FPI Karawang Monitoring Jalan Rawan Begal, Puluhan Anggota Turun Patroli Malam

 


Jum'at, 25 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Maraknya aksi begal di sejumlah ruas jalan yang sepi di wilayah Kabupaten Karawang menjadi perhatian FPI Karawang. Organisasi tersebut melakukan monitoring di sejumlah jalur yang dinilai rawan tindak kriminal, khususnya pada malam hingga larut malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membantu aparat dalam menjaga rasa aman masyarakat yang masih harus beraktivitas di jalan pada malam hari.

Puluhan anggota FPI Karawang terlihat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan konvoi di sejumlah ruas jalan. Kegiatan ini dipimpin salah satu pengurus FPI Karawang, Ustaz Muhammad Robi Niay, yang akrab disapa Kang Macan.

Kang Macan mengatakan, kegiatan monitoring tersebut akan dilakukan secara rutin, minimal dua kali dalam sepekan. Pelaksanaannya akan dibagi dan dilakukan secara bergiliran di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Karawang.

“Kami akan melakukan kegiatan ini minimal seminggu dua kali. Kami bagi dan rolling dari 30 kecamatan,” ujar Kang Macan kepada Faktakini.info, Kamis (24/9/2026).

Pada kegiatan malam tersebut, rombongan FPI Karawang menyusuri sejumlah rute yang dianggap perlu mendapat perhatian, mulai dari Jalan Baru, Tegal Sawah, Tempuran, Layapan hingga Telagasari.

Menurut Kang Macan, kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih tugas aparat keamanan. FPI Karawang menyebut keberadaan mereka di lapangan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap kondisi keamanan lingkungan.

“Kami melakukan ini semata-mata sebagai sosial kontrol sekaligus membantu aparat agar masyarakat tenang dan nyaman dalam beraktivitas di jalan larut malam,” katanya.

Ia menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan secara bergiliran agar wilayah-wilayah yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi pada malam hari tetap mendapat perhatian.

FPI Karawang berharap kehadiran para relawan di lapangan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mencegah terjadinya aksi kriminalitas di jalanan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan monitoring tersebut tetap perlu mengedepankan koordinasi dengan aparat keamanan serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Jika menemukan dugaan tindak kriminal atau situasi yang membahayakan, masyarakat maupun relawan dapat segera melaporkannya kepada pihak berwenang.