Biografi lengkap Al Habib Muhammad Bin Alwi Al Haddad

 


Jum'at, 3 April 2026

Faktakini.info

Biografi lengkap Al Habib Muhammad Bin Alwi Al Haddad

AlHabib Muhammad Bin Alwi Al Haddad lahir di bekasi, 25 september 1983.

Sang kakek yg bernama Asyekh Muhammad bin Muhsin al-Athas asal Huraidhah, Yaman selatan adalah ulama penyebar da'wah islam di bekasi.

Kakek dari ayah al Habib Abdullah bin Husin al Haddad seorang tokoh islam era tahun 90 an di Jambi yang berasal dari seiwun Hadhramaut Yaman dan salah satu murid dari al Habib Ali bin Muhammad Al Habsy penyusun kitab Simthud Duror.

Habib Muhammad Bin Alwi Al Haddad saat ini Tinggal di Jl. RA Kartini no.52 Bekasi Timur dan dibesarkan di bekasi sampai lulus SD sehingga sangat kental dan akrab dengan lingkungan, bahasa dan budaya betawi pinggiran seperti bekasi.

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

Sekolah di madrasah ar-Ridhwan bekasi juga kpd beberapa guru kampung saat masih kanak2 yang sampai saat ini msh sering berramah tamah bersama mereka. Kemudian melanjutkan pendidikan pondok pesantren Darul lughah wad Da'wah Bangil, Pasuruan , Jawa timur yang didirikan dan di asuh oleh al-Ustadz Hasan bin Ahmad Baharun

Mendalami bahasa Arab kpd pengasuh pesantren yg memiliki banyak karya tulis b arab dan digunakan di ponpes2 di indonesia juga mendalami ilmu bahasa arab dibawah asuhan 

- al-Ustadz Asysyekh Muhammad bin Idrus al-Haddad (pakar sastra arab dan penyambut kedatangan ulama dan tokoh2 penting di Mekkah pada thn 70 an)  

- Al-Ustadz Hasan Bashri (seorang guru senior bahasa arab dan memiliki karya2 tulis di bidang nahwu dan i'rob al jumal semua bahasa arab)  

- Al-Ustadz Prof DR Syakir (Seorang Doktor alumni Mesir dan Yordania)

Adapun dan untuk pelajaran hadits dan ulumul-Qur'an diasuh oleh masyayikh alumni Mekkah, diantaranya: 

- Al Ustadz Abdullah Maula Khailah 

- Al-ustadz Miqdad Baharun 

- Al-ustadz Husin bin Agil

Kesemuanya adalah murid2 senior pemecah rekor doktor dibidang ilmu hadits termuda di Hijaz yaitu Prof DR Asy Syekh Assayid Muhammad Alawi Al Maliki

Sedangkan untuk pelajaran fiqih diasuh oleh: - Al Ustadz Seggaf bin Hasan Baharun MPD.I (Rektor Institut DAlWA Jawa Timur)  

- Al Ustadz Ali Hasan Baharun (murid khusus al-Imam Zen bin Sumaith yaitu ulama pakar ilmu fiqih di madinah juga pengarang banyak kitab2 penting) 

- al-Ustadz Muhammad Nasihin Nur (salah seorang pakar ilmu fiqih di Jawa Timur) dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini beliau masih aktif menyambangi para alim ulama dan tokoh terkemuka dunia khususnya timur tengah dalam rangka memperbanyak guru dan wawasan serta jalur pengambilan ilmu dan ijazah dalam berbagai cabang keilmuan.

AKTIFITAS DAN KARIER

Saat ini aktif mengajar dan mengasuh di:

- 25 majlis umum kajian ilmu di sekitar Jakarta, Bekasi dan Bogor di berbagai tempat seperti masjid, musholla, majlis dll

- pengasuh (dlm tahap merintis) pondok pesantren Darul Ilmi Wadda'wah di bidang ilmu: Tafsir Ulumut tafsir Hadits Mushtholah al hadits Fiqih Ushul fiqih Bahasa arab Nahwu Shorof Dan kajian akhlaq hati.

- menyampaikan ceramah umum dalam acara2 besar islam disekitar pulau jawa Sumatra, Kalimantan dan negeri beton Hongkong (untuk para TKI)

- menyampaikan materi2 bedah buku, seminar atau dauroh dan diklat. yang terdekat insya Allah pada tgl 8 februari di masjid raya Baiturrahim mustika jaya yg dinaungi oleh IMAM (ikatan masjid dan musholla se Bekasi Raya) dalam acara khusus yg diikuti para pengurus masjid dan musholla.

- Menyambut tamu2 mulia dari tokoh timur tengah sekaligus menerjemahkan tausiah mereka dalam beberapa acara.

Menulis beberapa buku diantaranya:

- Dia Insan Paripurna

- Menyingkap Misteri Malam 1000 Bulan

- Tarawih sesuai ajaran dan anjuran Rasulullah.

Dan beberapa buku yang masih dalam proses penulisan.

Salah satu petikan ceramah beliau :

"Ada dosa yang tidak hilang dengan dengan amalan apapun kecuali dengan Pusing memikirkan mencari nafkah yang halal untuk keluarga. Pusingnya umat Nabi Muhammad SAW diampuni dosanya.

Pusing memang wajar, namun demikian kita mencari ketenangan hati dengan berdzikir kepada Allah SWT. Apabila kita berdzikir namun belum mendapat ketenangan, masih gelisah, malah sebaliknya jika maksiat malah dapat dinikmati ; maka itu tandanya bahwa hati mulai sakit. Dan apabila dibiarkan maka hati itu bisa mati.

Seumpama orang yang sehat, menyukai berbagai macam makanan karena terasa lezat dan nikmat, tetapi apabila sedang sakit maka segala macam makanan yang lezat dan nikmat akan terasa hambar. Tidak lagi bisa terasa kelezatan dan kenikmatannya.

Oleh karena itu saat ibadah kita terasa hambar, artinya hati kita mulai sakit. Seringkali kita lebih perhatian pada urusan penampilan, pakaian, perhiasan, gadget, rumah tinggal, dan melupakan penampilan hati. Hati kita rusak karena hasud, su’udzan, benci, padahal Allah SWT melihat pada hati kita, bukan pada penampilan luar yang di Hari Akhir nanti tidak ada harganya lagi".

Sumber :

Blogger/bloghabaib