Dirut Ancol Upayakan Pembatalan Event Chivas Regal 31 Oktober, Butuh Dukungan Masyarakat dan Aparat

 


Kamis, 24 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, menyatakan pihaknya akan mengupayakan langkah untuk membantu menghentikan rencana event Chivas Regal yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di kawasan Ancol.

Pernyataan tersebut disampaikan Syahmudrian dalam audiensi bersama perwakilan masyarakat dan organisasi Islam yang meminta agar kegiatan tersebut dibatalkan. Dalam pertemuan itu, masyarakat mempertanyakan sikap dan kewenangan Ancol terhadap kegiatan yang disebut berkaitan dengan produk minuman beralkohol tersebut.

Syahmudrian menjelaskan, pihak penyelenggara hingga saat audiensi berlangsung disebut belum mendapatkan izin untuk kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Kapolres terkait rencana event tersebut dan proses yang masih berjalan.

Dirut Ancol Sebut Penyelenggara Belum Mendapatkan Izin

Syahmudrian menyampaikan bahwa penyelenggara belum memegang izin untuk melaksanakan event pada 31 Oktober. Menurutnya, proses untuk mendapatkan izin masih terus berlangsung.

“Mereka belum pegang izin itu. Mereka belum dapat izin itu. Terus terang ini mereka terus-menerus berproses,” kata Syahmudrian.

Ia juga mengatakan telah bertemu dengan Kapolres pada pagi hari sebelum audiensi. Pertemuan tersebut membahas persoalan yang berkaitan dengan rencana kegiatan tersebut. “Tadi pagi saya ketemu dengan Kapolres… saya berdiskusi dengan beliau,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menjadi bagian dari sikap Ancol dalam menyikapi permintaan masyarakat agar event 31 Oktober tidak dilaksanakan. Syahmudrian menunjukkan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan proses perizinan serta kewenangan sejumlah pihak.

Pembatalan Event Butuh Dukungan Masyarakat Dan Aparat

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menghentikan kegiatan tersebut, Syahmudrian menyatakan Ancol dapat mengambil langkah penghentian dengan adanya dukungan dari masyarakat dan aparat penegak hukum.

“Kalau seandainya Bapak tanya apakah kami bisa menghentikan itu? Kami bisa menghentikan itu asal kami mendapat support juga… dari Bapak… dari Polres, dari Kapolda, dari aparat penegak hukum lain-lainnya,” ujar Syahmudrian.

Menurut Syahmudrian, dukungan tersebut diperlukan karena Ancol memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan secara sepihak. Tindakan penghentian juga harus mempertimbangkan kewenangan serta aspek hukum yang berlaku.

“Kami punya otoritas itu tidak sebesar yang Pak Habib katakan,” tuturnya.

Karena itu, upaya penghentian kegiatan tersebut menurutnya perlu dilakukan melalui koordinasi dengan masyarakat dan pihak yang memiliki kewenangan. Syahmudrian menegaskan, “Kalau seandainya kami sendiri yang melakukan seperti itu, kami cuma orang gila, Pak.”

Kewenangan Ancol Terhadap ABC Memiliki Batas

Dalam audiensi tersebut, Syahmudrian juga menjelaskan mengenai posisi ABC yang menjadi lokasi rencana kegiatan. Ia mengatakan operasional Mall ABC dijalankan oleh PT WI berdasarkan kontrak dengan Ancol selama 25 tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Ancol tidak dapat begitu saja memberikan keputusan sepihak terhadap seluruh kegiatan yang berlangsung di area tersebut. Hubungan kontraktual menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan sebelum perusahaan mengambil tindakan.

Syahmudrian mengatakan Ancol tetap dapat memberikan imbauan maupun melakukan komunikasi dengan pihak pengelola. Namun, apabila tindakan dilakukan secara sepihak tanpa adanya kesepakatan, terdapat konsekuensi hukum yang harus dipertimbangkan.

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan terhadap kesepakatan dalam kontrak pada dasarnya dapat dilakukan. “Pasti bisa kami melakukan adendum,” katanya. Namun, proses tersebut tetap membutuhkan kesepakatan kedua belah pihak.

Masyarakat Minta Event 31 Oktober Dibatalkan

Permintaan pembatalan event 31 Oktober disampaikan masyarakat dalam audiensi karena mereka menginginkan kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Perwakilan masyarakat juga menyampaikan adanya potensi aksi apabila event tetap berjalan.

Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta Ancol mengambil langkah dan menyampaikan sikap terhadap rencana kegiatan tersebut. Mereka juga meminta agar pihak pengelola ABC tidak melanjutkan kegiatan yang menjadi persoalan dalam audiensi.

Syahmudrian menyatakan Ancol ingin menjaga nama baik perusahaan sekaligus menghindari persoalan hukum yang dapat muncul dari kegiatan tersebut. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian serta pihak terkait menjadi bagian dari langkah yang disampaikan dalam audiensi.

Dengan dukungan masyarakat dan aparat penegak hukum, Syahmudrian menyatakan Ancol dapat mengupayakan penghentian event tersebut. Langkah itu disampaikan sebagai respons atas permintaan masyarakat yang meminta agar rencana kegiatan Chivas Regal pada 31 Oktober 2026 dibatalkan.