Maulid Nabi di Yayasan Simthudduror Kauman Pekalongan Sukses, Dikawal Laskar FPI dan GPK

 

Jum'at, 18 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Wajah Pekalongan Kota Santri Tetap Terjaga. Identitas Kota Pekalongan sebagai Kota Batik yang religius dan teduh kembali terpancar kuat pada siang hari ini. Bertempat di Yayasan Simthudduror Kauman, Kota Pekalongan, ribuan masyarakat berkumpul dan bersatu menyemarakkan peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wasallam. Jum'at, 18 September 2026.

Acara Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa sallam yang diasuh oleh Al Habib Idrus bin Alwy Al Bahr ini dihadiri oleh Para Ulama dari kalangan Habaib, Kyai, Ustadz, para Santri, hingga ribuan pengunjung yang memadati lokasi sejak usai shalat Jum'at.  

Sinergi antara ulama, umaro', dan masyarakat terlihat jelas dengan hadirnya Walikota Pekalongan, Dandim, serta Kapolres Kota Pekalongan juga Anggota DPR yang turut duduk bersama warga di dalam ketenangan majelis. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah Kota Pekalongan.  

Guna memastikan kelancaran dan keamanan jalannya perhelatan besar ini, Anggota Laskar Persaudaraan Islam (LPI) FPI dan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Pekalongan Raya hadir memenuhi undangan permohonan pengamanan majelis. Puluhan personel dari LPI dan GPK bersinergi mengawal jalannya acara sehingga suasana tetap khusyuk, aman, dan tertib hingga akhir kegiatan.  

​Perhelatan akbar ini menjadi bukti sahih bahwasanya warga Kota Pekalongan tidak goyah dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan, termasuk hiruk-pikuk polemik nasab maupun fenomena sosial terkini seperti viralnya aksi pementasan di karnaval pemuda bernuansa negatif Akibat Kurang literasi. Pekalongan tetap konsisten memancarkan cahaya dakwah, persaudaraan, dan akhlaqul karimah.  

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Kitab Maulid Simthudduror secara khusyuk, dilanjutkan dengan penyampaian Tausiyah keagamaan dan pembacaan Tahlil. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Al Habib Abdullah Baqir bin Ahmad Al Atthas Pekalongan.  

"Melalui Maulid Akbar ini, Kota Pekalongan kembali menegaskan bahwa tradisi keislaman, nilai kebersamaan, dan rasa persaudaraan antar-elemen masyarakat adalah benteng utama yang menjaga kedamaian di Kota Santri ini."