Bukan Satu Penyebab, KNKT Ungkap 6 Faktor di Balik Tabrakan KA Anggrek dan KRL

 


Selasa, 29 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di wilayah Bekasi Timur.

Kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026 tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

Dalam laporan investigasinya, KNKT menemukan enam faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Artinya, insiden tersebut tidak hanya disebabkan oleh satu persoalan.

Investigasi dilakukan terhadap tabrakan KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A Commuter Line di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.52 WIB.

Salah satu temuan yang mendapat perhatian adalah persoalan pada sistem persinyalan.

KNKT juga mengungkap sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan operasi perjalanan kereta dan kondisi di lapangan.

Dalam laporan tersebut bahkan disebutkan adanya persoalan mikrofon serta temuan goresan pada kaca lokomotif.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa investigasi KNKT tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi kereta setelah kecelakaan, tetapi juga melihat rangkaian faktor yang terjadi sebelum tabrakan.

KNKT menggunakan hasil investigasi untuk memberikan rekomendasi keselamatan kepada pihak terkait agar kecelakaan serupa tidak terulang.

Kecelakaan ini sebelumnya menimbulkan dampak besar terhadap perjalanan kereta api di wilayah Jabodetabek dan menelan korban jiwa.

Dengan keluarnya laporan investigasi, publik kini mendapat gambaran lebih lengkap mengenai rangkaian persoalan yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

KNKT menekankan pentingnya perbaikan sistem dan prosedur keselamatan secara menyeluruh, bukan hanya mencari satu pihak yang dianggap bertanggung jawab.