Pengakuan pengejutkan dari Hakim MK Asrul Sani soal Ijazah Gibran
Selasa, 29 September 2026
Pengakuan pengejutkan dari Hakim MK Asrul Sani...
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani bercerita pernah menjalani kursus pendidikan bahasa Inggris di Insearch Language Center yang kini berganti nama menjadi University of Technology Sydney (UTS) College.
Hal itu disampaikan Arsul dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang mempersoalkan syarat pendidikan SMA Gibran sebagai cawapres pada Pilpres 2024.
Arsul mulanya mempertanyakan proses verifikasi dokumen pendidikan Gibran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak termohon di sidang MK.
Arsul mencecar KPU terkait seberapa jauh mereka menelusuri keabsahan ijazah Gibran saat menempuh pendidikan di Singapura dan Australia.
Momen ini bermula ketika Arsul merujuk pada bukti P20 berupa Berita Acara KPU Nomor 1859/2023. Dalam dokumen tersebut, KPU menyatakan bahwa seluruh persyaratan bakal pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat.
Sorotan berlanjut pada riwayat pendidikan Gibran di Insearch Language Centre-yang kini bernama UTS College-di Australia. Arsul pun kemudian membagikan rekam jejak pribadinya yang ternyata pernah mengenyam pendidikan di institusi tersebut.
"Saya kebetulan pernah kursus bahasa Inggris tiga minggu di sana. Ngerti juga Insearch UTS itu apa, karena saya juga alumni UTS kebetulan," ungkap Arsul.
Berbekal pengalamannya, Arsul mendesak KPU untuk memperjelas status kelulusan program persiapan masuk universitas (pathway) yang diambil oleh Gibran. Ia meminta kejelasan apakah program tersebut berstatus matriculation, foundation, atau program sejenis.
