[Video] Gus Idror Maimoen Tunjukkan Akhlak Mulia, Maafkan Penyebar Fitnah dan Berikan Santunan hingga Samsul Hadi Menangis Haru
Ahad, 2 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Sebuah teladan akhlak yang patut diapresiasi ditunjukkan oleh Gus Idror Maimoen, putra Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen). Di tengah ramainya polemik yang beredar di media sosial, Gus Idror memilih jalan yang diajarkan Islam: memaafkan, merangkul, dan berbuat baik kepada orang yang telah berbuat salah kepadanya.
Peristiwa tersebut bermula ketika Samsul Hadi, warga Bojonegoro, membuat unggahan di media sosial yang dinilai menyinggung dan merendahkan keluarga Almaghfurlah Mbah Maimoen Zubair, khususnya Gus Idror Maimoen.
Menyikapi hal itu, sejumlah muhibbin berupaya menghubungi Samsul Hadi untuk mengajak bersilaturahmi dan melakukan tabayun agar persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik.
Atas kesadaran dan inisiatifnya sendiri, Samsul Hadi kemudian datang (sowan) ke Sarang. Selama proses tersebut tidak terjadi tindakan persekusi maupun intimidasi. Jika sempat muncul luapan emosi dari sebagian alumni dan para pecinta Mbah Moen, hal itu disebut sebagai reaksi spontan yang dilandasi kecintaan kepada guru yang mereka hormati. Meski demikian, situasi tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Setibanya di Ndalem Kasepuhan, Samsul Hadi diterima dengan terbuka untuk bersilaturahmi. Proses pertemuan juga mendapat pendampingan dari pihak Polsek Sarang sehingga seluruh rangkaian berjalan dengan baik.
Pada Ahad, 2 Agustus 2026, Samsul Hadi secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada Gus Idror Maimoen atas kekhilafan yang telah dilakukannya.
Yang paling menyentuh adalah respons Gus Idror. Dengan kebesaran hati, beliau menerima permohonan maaf tersebut tanpa menyimpan dendam sedikit pun. Bahkan, sebagai wujud kasih sayang dan kemuliaan akhlak, Gus Idror memberikan santunan kepada keluarga Samsul Hadi.
Sikap tersebut membuat suasana haru. Samsul Hadi tampak menangis ketika menerima kebaikan yang sama sekali tidak disangkanya. Alih-alih membalas dengan kemarahan, Gus Idror justru membalas kesalahan dengan kebaikan.
Peristiwa ini menjadi cerminan nyata akhlak ulama yang mengamalkan nilai-nilai Islam, yaitu memaafkan orang yang bersalah, menjaga persaudaraan, dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Setelah seluruh rangkaian selesai, Samsul Hadi dijemput oleh pihak keluarga bersama perangkat desa di Polsek Sarang. Sebelum kembali ke daerah asalnya, ia terlebih dahulu berpamitan kepada Syaikhina dengan penuh rasa hormat.
Dalam pesannya, Syaikhina menegaskan bahwa seluruh persoalan telah beliau maafkan. Beliau juga mengimbau seluruh muhibbin agar menjaga ketenangan, tidak terprovokasi, serta tidak lagi memperpanjang persoalan yang telah diselesaikan melalui musyawarah dan saling memaafkan.
Sikap Gus Idror Maimoen ini menjadi pelajaran berharga bahwa kemuliaan seseorang bukan terletak pada kemampuannya membalas, melainkan pada keluasan hati untuk memaafkan. Memberikan santunan kepada orang yang sebelumnya telah memfitnah dirinya merupakan contoh nyata akhlak luhur yang mencerminkan ajaran Islam tentang kasih sayang, pemaafan, dan persaudaraan.
...
Sehubungan dengan beredarnya berbagai informasi mengenai Saudara Samsul Hadi dari Bojonegoro, bersama ini kami menyampaikan kronologi yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
1. Saudara Samsul Hadi diketahui telah membuat unggahan di media sosial yang dipandang menyinggung dan merendahkan keluarga Almaghfurlah Mbah Maimoen Zubair, khususnya Abah Idror Maimoen.
2. Menyikapi hal tersebut, sejumlah muhibbin berupaya menghubungi Saudara Samsul Hadi dengan tujuan bersilaturahmi dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik melalui tabayun.
3. Atas kesadaran dan inisiatif pribadi, Saudara Samsul Hadi kemudian berkenan sowan ke Sarang. Selama proses tersebut tidak terdapat tindakan persekusi maupun intimidasi. Apabila terdapat luapan emosi dari sebagian alumni dan muhibbin, hal tersebut semata-mata merupakan reaksi spontan karena rasa cinta dan penghormatan kepada guru yang mereka muliakan. Namun demikian, situasi tetap dapat dikendalikan dengan baik.
4. Setibanya di Ndalem Kasepuhan, Saudara Samsul Hadi diterima dengan penuh keterbukaan untuk bersilaturahmi. Proses tersebut juga berlangsung dengan pendampingan dari pihak Polsek Sarang sehingga berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
5. Pada hari Ahad, 2 Agustus 2026, di Ndalem Kasepuhan, Saudara Samsul Hadi menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas kekhilafan yang telah terjadi. Dengan kebesaran hati, Abah Idror menerima permohonan maaf tersebut. Sebagai wujud kasih sayang dan akhlak mulia, beliau juga memberikan santunan kepada keluarga Saudara Samsul Hadi.
6. Setelah seluruh rangkaian selesai, Saudara Samsul Hadi dijemput oleh pihak keluarga bersama perangkat desa di Polsek Sarang. Sebelum kembali ke daerah asalnya, beliau terlebih dahulu berpamitan kepada Syaikhina dengan penuh rasa hormat.
Pesan Syaikhina
Syaikhina menegaskan bahwa beliau telah memaafkan segala yang telah terjadi. Beliau juga berpesan kepada seluruh muhibbin agar senantiasa menjaga ketenangan, kondusivitas, serta persaudaraan di daerah masing-masing, dan tidak lagi memperpanjang persoalan yang telah diselesaikan dengan jalan musyawarah dan saling memaafkan.
Klik video:
