Rabithah Alawiyah Malaysia Gelar Peresmian Mesyuarat Agung Tahunan, Bukti Eksistensi dan Kehormatan Keturunan Alawiyah di Negeri Jiran

 


Kamis, 6 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Rabithah Alawiyah Malaysia, organisasi yang menaungi keluarga besar keturunan Alawiyah (Habaib) di Malaysia, menggelar Perasmian Mesyuarat Agung Tahunan dalam sebuah acara resmi dan khidmat yang dihadiri para tokoh agama, habaib, serta berbagai kalangan masyarakat.

Berdasarkan dokumentasi acara, kegiatan berlangsung di sebuah gedung resmi dengan tata panggung yang megah dan pencahayaan profesional, mencerminkan pentingnya agenda tersebut dalam kehidupan organisasi keturunan Alawiyah di Malaysia.

Pada layar utama panggung terpampang tulisan "Perasmian Mesyuarat Agung Tahunan Rabithah Alawiyah Malaysia", disertai agenda Bacaan Doa yang dipimpin oleh Tuan Syed Hafiez bin Syed Hood Alaydrus, yang tampak berdiri di mimbar kehormatan menyampaikan doa pembuka acara.

Sementara itu, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat duduk di kursi kehormatan di atas panggung mengikuti jalannya acara dengan penuh khidmat.

Rabithah Alawiyah Malaysia sendiri merupakan organisasi yang menaungi keluarga besar keturunan Alawiyah atau para Sayyid/Habaib di Malaysia. Organisasi ini memiliki tujuan mempererat silaturahmi, menjaga warisan keluarga, serta membina umat sebagaimana tertulis dalam materi publikasi acara, yakni:

"Bersatu Memperkukuh Silaturrahim, Memartabat Warisan, Membina Ummah."

Keberadaan organisasi tersebut menunjukkan bahwa komunitas Alawiyah di Malaysia memiliki wadah resmi yang diakui dan aktif menjalankan kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pelestarian sejarah keluarga.

Lebih dari itu, posisi keturunan Alawiyah di Malaysia juga dikenal memiliki penghormatan yang tinggi di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh keturunan Sayyid berkiprah sebagai ulama, pendakwah, akademisi, maupun pemimpin lembaga keagamaan.

Salah satu fakta yang kerap disampaikan dalam literatur mengenai keluarga kerajaan Malaysia adalah bahwa Sultan Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin ibni Almarhum Tuanku Syed Putra Jamalullail, berasal dari Dinasti Jamalullail, sebuah keluarga Sayyid yang secara tradisi menelusurkan nasabnya kepada Rasulullah SAW melalui jalur Alawiyah. Dinasti Jamalullail telah memerintah Kesultanan Perlis selama beberapa generasi dan menjadi bagian penting dari sejarah kerajaan di Malaysia.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan keturunan Alawiyah di Malaysia bukanlah sesuatu yang asing ataupun dipinggirkan. Sebaliknya, mereka memiliki posisi yang dihormati, baik dalam ranah keagamaan, sosial, maupun dalam sejarah institusi kerajaan.

Peresmian Mesyuarat Agung Tahunan Rabithah Alawiyah Malaysia ini pun menjadi salah satu bukti nyata bahwa eksistensi komunitas Alawiyah di tingkat internasional tetap terjaga melalui organisasi yang resmi, kegiatan yang terbuka, serta partisipasi aktif para tokoh dan masyarakat.

Acara tersebut sekaligus mempertegas bahwa warisan keluarga Alawiyah di Malaysia terus dirawat melalui semangat persaudaraan, penguatan silaturahmi, pelestarian sejarah keluarga, serta kontribusi bagi pembangunan umat dan bangsa.