Sambut Ramadhan, Habib Bahar Tunjukkan Sikap Ksatria terkait Insiden Cipondoh: Pilih Minta Maaf Demi Ukhuwah dan Persatuan
Jum'at, 13 Februari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Suasana sejuk menyelimuti kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Habib Bahar bin Smith. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, langkah mengejutkan sekaligus menenangkan publik ditunjukkan oleh tokoh yang dikenal tegas tersebut.
Pada Rabu (11/2/2026), detikcom menerima rekaman video yang menampilkan Habib Bahar bin Smith duduk tenang didampingi rekan-rekannya, Haji Arif, Haji Edi, dan Pak Dwi. Video tersebut menjadi titik balik penting dari insiden keributan saat acara Maulid Nabi di Cipondoh, Tangerang, pada September 2025 lalu.
Dalam pernyataannya, Habib Bahar tidak mencari pembenaran ataupun membangun narasi pembelaan diri. Dengan sikap tenang dan penuh tanggung jawab, ia langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Secara spesifik, Habib Bahar meminta maaf kepada Pak Rida, anggota PWI-LS (juga anggota Banser) yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Permintaan maaf juga ditujukan kepada Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor, khususnya jajaran pengurus di Tangerang dan Banten.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kepada saudara kita Pak Rida,” ucapnya, mengakui adanya peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut.
Ubah Konflik Jadi Ukhuwah
Tidak berhenti pada permintaan maaf, Habib Bahar menggeser narasi konflik menjadi narasi persaudaraan. Ia menyebut peristiwa ini sebagai pelajaran mahal bagi semua pihak untuk lebih menahan diri dan mengedepankan kedewasaan dalam bersikap.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen umat membersihkan hati menjelang bulan suci Ramadan. Ia berharap segala kesalahan diampuni dan semua pihak dapat memasuki bulan puasa dalam keadaan damai serta penuh persaudaraan.
Pernyataan itu ditutup dengan doa agar persatuan sesama anak bangsa tetap terjaga demi keutuhan NKRI yang sama-sama dicintai.
Konteks Proses Hukum
Sebagai informasi, permintaan maaf ini muncul setelah proses hukum berjalan di Polres Metro Tangerang Kota. Aparat sebelumnya telah menetapkan Habib Bahar bin Smith dan tiga rekannya sebagai tersangka terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota PWI-LS berinisial R (Rida).
Namun di tengah dinamika hukum tersebut, sikap legowo dan gentleman yang ditunjukkan Habib Bahar menjadi sinyal kuat bahwa perdamaian lebih diutamakan daripada memperpanjang permusuhan.
Langkah terbuka ini diharapkan mampu meredakan ketegangan di akar rumput, sehingga Ramadan tahun ini dapat dijalani tanpa gesekan antar-kelompok ormas Islam, dalam suasana yang lebih teduh, bermartabat, dan penuh ukhuwah.
