Rumail: Imad Mustahil Mengerti
Rumail Abbas
Kemarin video sanggahan atas tulisan Ki Imad di RMINU Banten ini dirilis:
https://facebook.com/reel/1580851616333572/
Kemudian ada komentar:
"Mau bagaimana pun, video ini tidak bisa membuktikan apapun karena G tidak mungkin dari J1."
Komentar ini justru membuktikan bahwa literatur orang-orang yang membatalkan nasab lewat yDNA memang cukup rendah.
Saya sepakat, secara garis ayah-anak, haplogroup tidak mungkin loncat dari J1 menjadi G. Dan itu itu bukan klaim saya. Akan tetapi, yang saya bahas di video di atas adalah:
Dari mana kepastian ‘haplogroup Nabi pasti J1’ sampai bisa dijadikan vonis pembatalan, padahal ISOGG menyebut klaim Hasyimiyun juga muncul di haplogroup lain dan menyimpulkan ‘there is no consensus’ (tidak ada kesepakatan tunggal)?
Di dalam artikelnya, Ki Imad menyebarkan mitos kepastian (maqthu') bahwa keturunan Nabi harus dari jalur J1 (padahal ini besar banget, seharusnya spesifik di sub-clade atau klaster di bawah J1; gak dikasih tahu Mas Sugeng atau gimana?).
ISOGG pun menyebut klaim L859 berasal dari laporan forum atau admin proyek dan “private kits,” serta menambahkan bahwa belum ada keturunan Abdul Muththalib (Hasyimiyun/Syarif-Sayid/Abbasiah) yang mempublikasikan hasil positif L859.
See?
Kalau memang seyakin itu, se-qath'i itu, dan semantap itu, seharusnya bikin paper atau jurnal yang menggugurkan klaim ISOGG. Kenapa malah nulis artikel lepas di RMINU Banten?
Kemungkinan akan ada sanggahan begini:
"Yang wajib membuktikan itu Habib. Seharusnya mereka bikin paper atau jurnal, mengumpulkan sampel, dan membuktikan mereka adalah keturunan Nabi."
Sekali lagi ini bukti bahwa literatur pembatal nasab memang agak rendah. Kenapa?
Mereka sendiri yang mengatakan secara yakin dan qath'i bahwa jalur keturunan Nabi adalah J1 dan memakai dalil itu untuk membatalkan nasab orang lain, sementara ISOGG mengatakan sebaliknya (tidak ada konsensus)...
...jadi pembatal nasablah yang wajib menunjukkan basis ilmiah yang setara dengan kepastian itu. Bukan orang lain yang disuruh membuktikan bahwa klaim pembatal nasab ini salah.
Heran.
Isu nasab sudah jalan tiga tahun lebih, tapi kemampuan literaturnya kok masih terbelakang gini?
