Mengolok-olok Sholat, DPP FPI Desak Pandji Taubat Nasuha dan Minta Maaf Pada Umat Islam

 





Selasa, 13 Januari 2026

Faktakini.info. Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait pernyataan komedian Pandji Pragiwaksono yang dinilai menistakan syariat shalat dalam materi stand up comedy berjudul “Mens Rea” yang ditayangkan melalui platform Netflix.

Dalam pernyataan sikap bernomor 001/PS/DPP-FPI/RAJAB/1447 H, yang dikeluarkan pada 24 Rajab 1447 H atau 12 Januari 2026 M, DPP FPI menegaskan bahwa shalat merupakan rukun Islam dan syiar agama yang tidak boleh dijadikan bahan candaan, lelucon, atau olok-olok dalam bentuk apa pun.

FPI mengutip dalil Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 65–66 yang secara tegas mengecam perilaku memperolok Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya. Menurut FPI, pernyataan Pandji yang menyentuh persoalan shalat, saf shalat, serta ibadah umat Islam telah melampaui batas kritik sosial dan masuk ke ranah penistaan agama.

DPP FPI menyatakan bahwa kritik terhadap penguasa dalam konteks demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, ketika kritik tersebut dikaitkan dengan syariat shalat dan dijadikan bahan humor, maka hal itu dinilai mencederai nilai-nilai fundamental ajaran Islam.

Selain itu, FPI menilai bahwa pernyataan Pandji yang meremehkan preferensi memilih pemimpin berdasarkan ketaatan ibadah, khususnya shalat, bertentangan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Sunnah Nabi Muhammad SAW, dan ijma’ ulama.

Atas dasar tersebut, DPP FPI meminta Pandji Pragiwaksono untuk melakukan taubat nasuha, memohon ampun kepada Allah SWT, serta meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam. FPI juga menyatakan akan mengawal proses hukum terkait dugaan penistaan agama tersebut.

Selain itu, FPI mendesak pemerintah dan pihak Netflix untuk menghapus atau menyensor bagian tayangan yang dinilai menistakan ajaran Islam, serta mengimbau para komedian dan pelawak agar tidak menjadikan simbol dan ajaran agama sebagai bahan candaan.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum DPP FPI, HB. Muhammad Alattas, Lc., MA., dan Sekretaris Umum, HB. Ali Abubakar Alattas, SH.

📄 TRANSKRIP TEKS PERNYATAAN SIKAP (LENGKAP)

DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM

PERNyATAAN SIKAP

Nomor: 001/PS/DPP-FPI/RAJAB/1447 H

PENISTAAN SYARI’AT SHALAT OLEH PANDJI PRAGIWAKSONO

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Al-Qur’an mengecam keras siapa pun yang menjadikan simbol-simbol agama Islam yang merupakan syi’ar Allah SWT sebagai bahan lelucon dan gurauan, termasuk namun tidak terbatas pada menjadikan shalat dan shof serta hukum-hukum Islam lainnya sebagai bahan candaan dan tertawaan. Hal ini merupakan perbuatan yang dikecam keras oleh Allah SWT karena hal itu merupakan bentuk penghinaan terhadap agama Islam.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 65–66, tatkala Allah SWT menceritakan perilaku kaum munafiqin yang memperolok-olok agama:

(kutipan ayat Arab)

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang perbuatan mereka memperolok-olok agama), tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Janganlah kamu mencari-cari alasan, karena kamu telah kafir sesudah beriman...”

Dan sehubungan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Pandji Pragiwaksono terkait shalat dalam acara Stand Up Comedy berjudul Mens Rea yang dipublikasikan melalui Netflix, yang bersangkutan mengatakan antara lain:

“Memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik. Soalnya alasan lu aneh-aneh.”

“Ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya, gua mau milih yang shalatnya enggak pernah bolong.”

“Seakan-akan kalau shalatnya enggak pernah bolong berarti orang baik.”

“Emang shalatnya enggak pernah bolong otomatis baik? Enggak! Rajin.”

“Para penumpang yang terhormat, kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita shalat safar berjamaah demi keselamatan perjalanan.”

Dengan ini kami DPP FPI menyatakan:

Kritik Pandji terhadap penguasa adalah hal wajar dalam kehidupan bernegara.

Kritik tersebut tercemari dengan ungkapan yang tidak lucu terkait shalat.

Shalat adalah rukun Islam dan syiar yang tidak boleh diperolok-olok.

Pandji menertawakan preferensi memilih pemimpin berdasarkan ibadah.

Sikap tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 55.

Pandji memberi kesan bahwa shalat tidak penting bagi kebaikan seseorang.

Pernyataan tersebut merendahkan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Analogi “shalat belum tentu baik” adalah kesesatan berpikir.

Analogi kepemimpinan pilot pesawat adalah bentuk kekeliruan intelektual.

Cerita shalat safar dan saf shalat adalah bentuk pelecehan syariat.

Pandji diminta melakukan taubat nasuha dan meminta maaf.

FPI akan mengawal proses hukum.

Pemerintah dan Netflix diminta menghapus atau menyensor tayangan.

Komedian diimbau tidak menjadikan agama sebagai bahan candaan.

Umat Islam diminta waspada terhadap penistaan agama.

Demikian pernyataan ini dibuat.

Jakarta, 24 Rajab 1447 H / 12 Januari 2026 M

DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM

Ketua Umum,

HB. Muhammad Alattas, Lc., MA.

Sekretaris Umum,

HB. Ali Abubakar Alattas, SH.