KH LUTHFI BASHORI: SAYA TERMASUK GEMAR MELAKUKAN AMALAN BID'AH YANG NIKMAT (HASANAH), KARENA IKUT KHALIFAH UMAR BIN KHATTHAB

 


Sabtu, 21 Februari 2026

Faktakini.info

SAYA TERMASUK GEMAR MELAKUKAN AMALAN BID'AH YANG NIKMAT (HASANAH), KARENA IKUT KHALIFAH UMAR BIN KHATTHAB


Luthfi Bashori


Shalat Tarawih 20+3 rakaat termasuk Bid'ah Hasanah yang dilakukan oleh Khalifah  Umar bin Khatthab dan diikuti oleh para shahabat Nabi SAW saat itu. Dengan pelaksanaan berjamaah dalam satu imam pada satu masjid. Hingga beliau merasakan kenikmatan mengamalkan Bid'ah Hasanahnya, dengan ucapan:


نعمت البدعة هذه (Bid'ah yang paling nikmat, ya ini)


Dalil dari Atsar Shahabat diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa’


عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ فِي زَمَانِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي رَمَضَانَ بِثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ رَكْعَةً


“Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, orang-orang melaksanakan Qiyam Ramadhan (Tarawih) sebanyak 23 rakaat.”


➡ 23 rakaat = 20 rakaat Tarawih + 3 rakaat Witir.


Walaupun riwayat ini mursal, para ulama menguatkannya dengan praktik para shahabat dan ijma’ mereka.


@ Riwayat 20 Rakaat Secara Tegas disebutkan juga dalam riwayat Imam al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra:


أن عمر رضي الله عنه جمع الناس على أُبيِّ بن كعب فكانوا يُصلّون عشرين ركعة

“Umar mengumpulkan manusia di belakang Ubay bin Ka‘b, lalu mereka shalat 20 rakaat.”


@ Praktik Shahabat Tanpa Pengingkaran. Pada masa Khalifah: Uthman bin Affan & Ali bin Abi Talib tidak ada pengingkaran terhadap pelaksanaan Tarawih 20 rakaat. Bahkan amalan ini dipahami sebagai ijma’ (kesepakatan) para shahabat.


@ Pendapat Empat Mazhab terkait Tarawih 20 + 3 rakaat. Mayoritas ulama dari mazhab: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i mengamalkan 20 + 3 Rakaat. Adapun Imam Ahmad ibn Hanbal sendiri, beliau berpendapat Tarawih 20 rakaat.


Seperti juga Imam Syafi'i lebih tegas mengatakan:


رأيت الناس يقومون بالمدينة بتسع وثلاثين ركعة، وأحب إليّ عشرون


“Aku melihat penduduk Madinah shalat 39 rakaat, dan yang lebih aku sukai adalah 20 rakaat.”


(39 rakaat = 36 Tarawih + 3 Witir, praktik penduduk Madinah di saat Imam Syafi'i masuk kota Madinah).


Kesimpulan:

✔ Nabi ﷺ memang tidak pernah menentukan jumlah khusus secara tegas terkait berapa jumlah rakaat dalam shalat Tarawih.

✔ 20 rakaat ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khatthab dan disetujui oleh para shahabat, sebagai landasan para ulama Ahlus Sunnah untuk bolehnya pengamalan BID'AH HASANAH, ini bukan karangan warga NU.

✔️ Di dunia Islam saat ini, dimana saja ada umat Islam yang mengamalkan shalat Tarawih berjama'ah dengan satu Imam, selama 30 hari suntuk di dalam masjid, maka mereka itulah hakikatnya PARA AHLI PENGAMAL BID'AH HASANAH.

✔ Seperti mayoritas ulama sepanjang sejarah memilih 20 + 3 rakaat, itulah hakikatnya yang diamalkan oleh warga NU & warga Aswaja lainnya.


Saya juga gemar melaksanakan BID'AH HASANAH, karena ikut amalan Khalifah Umar bin Khatthab, hal itu dikarenakan Rasulullah ﷺ bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي،

تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ


“Wajib atas kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah para Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Peganglah ia dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676).


APALAGI ADA PERINTAH LANGSUNG DARI RASULULLAH SAW, AGAR KITA SELALU BERKREASI JUGA DALAM AMALAN SUNNAH YANG BAIK:


مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ


“Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang membuat sunnah sayyi’ah dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun” (HR Muslim).


JADI, KALAU MAU BICARA HAKIKAT MASALAH TARAWIH INI:


Bahwa Rasulullah SAW & Khalifah Abu Bakar itu 

TIDAK melaksanakan SHALAT TARAWIH, tapi beliau melaksakan SHALAT MALAM setelah shalat Isyak di bulan suci Ramadhan.


Karena mulai ADANYA istilah SHALAT TARAWIH itu di jaman Khalifah Umar bin Khatthab, Ustman bin Affan & Ali bin Abi Thalib dengan pelaksanaan 20 + 3 rakaat.


Klo ada orang sekarang yang mengklaim dirinya 

shalat 8 atau 10 rakaat di malam Ramadhan dengan menamakan SHALAT TARAWIH, pasti itu PERBUATAN BID'AH, karena Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan SHALAT TARAWIH dengan 8 atau 10 rakaat.


CATATAN: WAHHABI SERING NGAKU SEBAGAI SALAFI. Aslinya WAHHABI itu BUKAN PENGIKUT SALAF, klaim sebagai SALAFI itu BOHONG semata, buktinya seringkali TIDAK MAU IKUT PENDAPAT ULAMA SALAF, terutama yang telah disodorkan oleh warga ASWAJA.


WAHHABI pintar berkelit minta dalil tekstual Ayat AlQuran & Hadits Shahih. Padahal istilah HADITS SHAHIH itu juga bukan dari Ayat AlQuran & Sabda Nabi SAW, tetap hasil kreasi istilah Islami dari para ulama Salaf. Seperti istilah Tarawih, bukan dari Nabi SAW.


WAHHABI itu asli pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab Najed Saudi yg hidup tahun 1703–1792 M / 1115–1206 H. Termasuk kekompok yang barusan muncul, dan pastinya ajarannya banyak yang BERBEDA dengan PARA ULAMA SALAF.

WAHHABI juga hanyalah pengikut Al-Albani, Utsaimin, Bin Baz, Shaleh Fauzan, Muqbil dan kawan-kawannya yang seirama.