Di Balik Mantapnya Permainan Joey Pelupessy, Ternyata Ini Rahasianya
Sabtu, 10 Oktober 2026
Faktakini.info
Di Balik Mantapnya Permainan Joey Pelupessy, Ternyata Ini Rahasianya
#catatan_RV
Joey Pelupessy itu sudah cukup tua untuk ukuran pemain sepak bola profesional -- 34 tahun.
Tapi lihatlah penampilannya di FIFA Asean Cup kemaren.
Tampil full dalam 4 pertandingan dengan jeda hari antar match relatif singkat.
Tak pernah semenitpun diganti.
Bahkan dalam laga final, ia bermain trengginas 120 menit!
Dalam game yang intensitasnya super tinggi itu, Joey mampu mematikan bintang Thailand: Chanathip Songkrasin.
Namun ia tidak terlihat kehabisan tenaga. Tidak mengalami kram pertanda kelelahan.
Benar-benar luar biasa Joey Pelupessy.
Apa rahasianya sehingga Joey masih sekuat itu di usia senja seorang pesepakbola?
Iseng menjelajah youtube, saya temukan jawabannya.
Saya menemukan video Joey Pelupessy sedang menjalani tes kesehatan.
Saya langsung terpukau mendapati ternyata Joey memiliki tubuh yang sangat ideal untuk menjadi seorang gelandang bertahan yang hebat.
Ia memiliki massa otot yang memadai, terdefinisi, dan proporsional. Sepertinya, di antara seluruh pemain Timnas, Joey lah pemilik bentuk fisik paling ideal: kekar berotot, namun seimbang.
Tak heran, selama gelaran FIFA Asean Cup ia bermain sangat bagus di lini tengah.
Ia sangat kuat. Selalu bermain spartan hingga menit akhir. Apalagi ditopang pula dengan gaya bermainnya yang simpel, sangat efisien. Ia tahu kapan harus meledakkan energinya secara optimal sebagai seorang gelandang bertahan.
Hal itu ia lakukan tentunya karena mengingat seorang gelandang bertahan dalam sepakbola modern memiliki peran yang krusial baik saat bertahan maupun menyerang. Ia juga harus bisa berkolaborasi dengan gelandang serang.
Dalam 4 game Timnas semua peran itu dijalankan dengan sangat baik oleh Joey Pelupessy. Makanya ia tak tergantikan.
Mari kita bahas sedikit.
Saat bertahan:
Joey sering berhasil memutus serangan lawan. Berulang kali ia berhasil mencegah/menggagalkan serangan lawan dengan melakukan intersep, tekel, atau pressing untuk merebut bola.
Joey juga cermat menjaga ruang. Ia selalu pas menempatkan diri untuk mengisi area di depan lini pertahanan agar tidak ada celah bagi lawan untuk menyerang langsung ke kotak penalti.
Dalam menutup pergerakan lawan Joey selalu tepat. Ia disiplin mengawal pergerakan pemain lawan yang berbahaya, terutama playmaker atau gelandang serang lawan.
Chanatip salah satu korbannya. Play maker Thailand yang biasanya sangat berbahaya itu, benar-benar dibuat minim kontribusi.
Joey sangat aktif membantu lini belakang. Ia kerap turun ke pertahanan untuk menjadi opsi tambahan dalam duel udara atau perebutan bola kedua.
Distribusi bola yang ia lakukan selalu aman. Setelah merebut bola, Joey nyaris selalu bisa memberikan umpan yang aman dan efektif untuk mengawali serangan balik.
Saat menyerang:
Joey bisa mengatur tempo permainan. Ia selalu berhasil memvariasikan umpan-umpan pendek atau panjang untuk menjaga ritme permainan.
Joey tak jarang menginisiasi build up serangan dari belakang. Membantu bek dalam membangun serangan dengan umpan progresif atau membagi bola ke sisi sayap. Ia sangat tenang melakukannya. Nyaris tak ada passing-nya yang error.
Joey berhasil menjadi jembatan antar lini. Sepanjang pertandingan lini belakang dengan gelandang serang atau sayap selalu terhubung. Serangan Timnas terlihat lebih terorganisir.
Secara umum, Joey berhasil berkombinasi sangat baik dengan para gelandang serang.
Bisa saling mengisi dan menutupi posisi. Jika gelandang serang naik terlalu tinggi, Joey menahan diri untuk menjaga keseimbangan tim.
Hasilnya, Haye, Egy, Verdonk, bahkan Ridho memiliki kebebasan kreatif dalam melayani/ membantu barisan depan karena Joey aktif memberi suplai bola dan menutup ruang yang ditinggalkan.
Umpan-umpan progresi dari Joey ke barisan depan seringkali terlihat simpel namun cerdas dan tepat untuk mempercepat transisi serangan.
Joey juga menjalankan fungsinya dengan baik dalam menjaga kedalaman untuk mencegah serangan balik lawan.
Luar biasa Joey Pelupessy. Sayang, karena usia, karirnya mungkin tak panjang lagi.

