[Video] Tembus 2 Juta Jamaah, Haul Solo 2026 Jadi Bukti Kecintaan Umat kepada Habaib Dzurriyah Rasulullah ﷺ

 


Ahad, 4 Oktober 2026

Faktakini.info, Jakarta - Haul ke-115 Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo, Jawa Tengah, kembali menunjukkan besarnya antusiasme umat Islam. Jumlah jamaah yang mengikuti rangkaian Haul Solo 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 2 juta orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, Ahad 4 Oktober 2026.

Angka 2 juta orang jamaah lebih tersebut sangat masuk akal jika melihat luasnya sebaran jamaah selama rangkaian haul. Jamaah tidak hanya terkonsentrasi di kawasan utama Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, tetapi juga memenuhi berbagai lokasi di sekitar Solo.

Jumlah jemaah yang menghadiri Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi atau Haul Solo 2026 tercatat meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Membludaknya jemaah membuat sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi haul dipadati hingga dilakukan pengalihan arus lalu lintas.


Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo, mengatakan peningkatan jumlah jemaah tahun ini salah satunya dipengaruhi waktu pelaksanaan puncak haul yang bertepatan dengan akhir pekan.

Menurut Ari, konsentrasi jemaah tidak hanya berada di Jalan Kapten Mulyadi. Sejumlah ruas jalan lain juga ikut dipenuhi jemaah yang datang dari berbagai daerah.

“Tahun lalu jemaah menempati Jl. Veteran dari simpang Baturono sampai perempatan Gading. Kini meluber ke selatan [Jl. Brigjen Sudiarto] sampai kira-kira 500 meter. Cukup panjang, biasanya enggak sampai situ,” kata Ari kepada wartawan di Pendapa Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Ahad (4/10/2026).

Kepadatan juga terlihat di sepanjang Jalan Kapten Mulyadi hingga Jembatan Gabugan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari Kantor Kecamatan Pasar Kliwon.

Selain faktor jumlah jemaah, fasilitas pendukung yang semakin luas juga membuat penyebaran massa tahun ini berbeda. Jika pada Haul Solo 2025 belum tersedia fasilitas siaran langsung di kawasan Baluwarti, tahun ini jemaah sudah dapat mengikuti rangkaian acara melalui live streaming dari kawasan tersebut.

Ari menilai penyediaan tempat untuk menyaksikan acara haul sekaligus beristirahat turut membantu mengendalikan kepadatan. Pendapa kelurahan dan kecamatan yang berada di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon dimanfaatkan oleh jemaah untuk mengikuti acara tanpa harus seluruhnya berkumpul di titik utama.

Menurutnya, langkah tersebut cukup efektif dalam mengurai konsentrasi massa sehingga kepadatan jemaah dapat tersebar di beberapa lokasi.

Banyak jamaah mengikuti rangkaian haul dari masjid-masjid lain, rumah-rumah warga, pendopo, tempat penginapan, majelis dan berbagai lokasi lainnya. Sebagian jamaah bahkan memilih berada di dalam ruangan untuk mengikuti pengajian dan rangkaian acara karena kondisi di sekitar pusat haul sangat padat.

Karena itu, jumlah jamaah tidak bisa dihitung hanya berdasarkan apa yang terlihat dari dokumentasi udara atau rekaman drone.

Tidak Semua Jamaah Terlihat dari Udara

Dokumentasi drone memang dapat memperlihatkan kepadatan jamaah di sejumlah kawasan terbuka. Namun, tidak seluruh jamaah berada di ruang terbuka yang dapat terekam drone.

Banyak jamaah berada di dalam masjid, rumah warga, pendopo, tempat penginapan dan bangunan-bangunan lainnya. Selain itu, jamaah juga tersebar di sejumlah titik di sekitar lokasi utama.

Dengan demikian, dokumentasi udara yang beredar di media sosial lebih tepat dipandang sebagai gambaran kepadatan di titik-titik tertentu, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menghitung keseluruhan jamaah yang menghadiri rangkaian Haul Solo.

Mobilisasi jamaah juga berlangsung selama beberapa hari. Jamaah datang secara bergelombang dari berbagai daerah, sehingga jumlah keseluruhan orang yang mengikuti rangkaian haul tentu lebih besar dibandingkan jumlah orang yang terlihat pada satu waktu dalam satu rekaman.

Jamaah Datang dari Berbagai Penjuru

Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya rombongan yang datang dari berbagai wilayah Nusantara. Mereka datang menggunakan bus, kendaraan pribadi, kereta api dan berbagai moda transportasi lainnya.

Bukan hanya masyarakat dari wilayah Solo dan Jawa Tengah. Rombongan jamaah juga datang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek, Banten, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan berbagai daerah lainnya, termasuk jamaah dari luar negeri.

Besarnya arus kedatangan jamaah membuat kawasan Solo dan sekitarnya dipenuhi peserta haul selama rangkaian acara berlangsung.

Bukti Kecintaan kepada Habaib dan Dzurriyah Rasulullah ﷺ

Besarnya kehadiran jamaah dalam Haul ke-115 Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi juga menjadi gambaran kuat tentang kecintaan dan penghormatan masyarakat kepada para habaib yang diyakini sebagai dzurriyah Rasulullah ﷺ.

Jamaah datang bukan hanya dari satu daerah atau kelompok tertentu. Mereka rela menempuh perjalanan jauh, mengeluarkan biaya perjalanan, menginap di Solo dan mengikuti rangkaian acara dari berbagai lokasi demi menghadiri haul.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tradisi haul para ulama dan habaib masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Kecintaan kepada habaib dan penghormatan terhadap dzurriyah Rasulullah ﷺ tercermin dari besarnya antusiasme masyarakat untuk hadir, bersilaturahmi, berzikir, bersalawat dan mengikuti rangkaian pengajian.

Dengan memperhitungkan jamaah yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk mereka yang berada di dalam ruangan dan tidak tertangkap kamera drone, jumlah keseluruhan jamaah Haul Solo 2026 diperkirakan menembus 2 juta orang lebih.

Besarnya jumlah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Haul Solo bukan sekadar kegiatan yang berpusat pada satu lokasi, tetapi telah menjadi momentum besar yang mampu menghimpun umat dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.




Klik video: