Buya Anwar Abbas Desak Pemerintah Larang Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Sejumlah Peristiwa Terkait Israel
Ahad, 18 Oktober 2026
Faktakini.info, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas, menyoroti rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Ia mendesak pemerintah agar melarang kehadiran penyanyi asal Italia tersebut karena menilai sejumlah peristiwa dalam rekam jejak Bocelli menunjukkan kedekatan dengan pihak-pihak yang mendukung Israel.
Buya Anwar menyoroti sejumlah peristiwa yang dikaitkan dengan Andrea Bocelli, mulai dari penampilannya dalam acara di Israel hingga interaksinya dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan konflik Israel-Palestina.
Pada 2008, Bocelli tampil dalam konser di Tel Aviv untuk memperingati 10 tahun berdirinya Shimon Peres Center for Peace. Dalam kesempatan tersebut, ia disebut membawakan lagu A Ray of Hope bersama penyanyi Israel.
Dua tahun kemudian, pada 2010, Bocelli disebut pernah tampil dalam kegiatan penggalangan dana di Los Angeles yang dikaitkan dengan kelompok pendukung militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF).
Pada 2022, penyanyi yang dikenal melalui lagu *Con te partirò* dan *Time to Say Goodbye* itu menggelar konser di Stadion Bloomfield, Tel Aviv. Konser tersebut dilaporkan dihadiri sekitar 20.000 penonton, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sorotan berikutnya berkaitan dengan sikap Bocelli terhadap isu sandera Israel. Pada 2023, ia disebut pernah menyampaikan dukungan bagi pembebasan para sandera Israel. Namun, Buya Anwar menyoroti tidak adanya komentar yang sebanding mengenai dampak serangan Israel di Gaza.
Pada November 2025, Bocelli bersama istrinya juga disebut menyambut mantan sandera Israel, Segev Kalvon, di kediamannya di Miami, Amerika Serikat.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi bagian dari sorotan Buya Anwar terhadap rencana konser Bocelli di Indonesia. Ia mendesak pemerintah mempertimbangkan persoalan tersebut di tengah situasi konflik Israel-Palestina dan penderitaan warga sipil di Gaza.
Meski demikian, setiap peristiwa yang dikaitkan dengan Bocelli perlu ditelaah berdasarkan sumber yang dapat diverifikasi. Penampilan dalam sebuah konser, kehadiran dalam kegiatan tertentu, atau dukungan terhadap pembebasan sandera tidak dengan sendirinya membuktikan dukungan terhadap seluruh kebijakan pemerintah Israel.
Hingga terdapat keterangan resmi lebih lanjut, sikap dan tuntutan Buya Anwar Abbas tersebut perlu dipahami sebagai pandangan serta desakan politik yang disampaikan terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
