Majelis Syuro FPI Jateng Habib Abu Bakar Bin Salim Al Atthas Hadiri Jateng Bersholawat di Simpang Lima Semarang

 



Jum'at, 25 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Gelaran Jateng Bersholawat yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, pada Rabu malam, 23 September 2026, berlangsung sukses dan khidmat. Ribuan masyarakat memadati kawasan pusat Kota Semarang untuk mengikuti rangkaian acara yang digelar sebagai bentuk syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. 

Salah satu tokoh yang terlihat hadir dalam kegiatan tersebut adalah Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam (FPI) Jawa Tengah, Habib Abu Bakar bin Salim Al Atthas.

Kehadiran Habib Abu Bakar menambah semarak suasana Jateng Bersholawat yang mempertemukan masyarakat, para ulama, tokoh agama, serta jajaran pemerintahan dalam sebuah momentum syiar dan rasa syukur.

Acara yang digelar di jantung Kota Semarang tersebut menghadirkan KH Ahmad Anwar Zahid sebagai penceramah serta Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan untuk menghidupkan lantunan sholawat. 

Ribuan Warga Padati Simpang Lima

Sejak malam hari, Lapangan Pancasila Simpang Lima dipadati ribuan jamaah. Lantunan sholawat dan tausiyah berlangsung dalam suasana religius, sekaligus menjadi ungkapan syukur masyarakat Jawa Tengah atas keberhasilan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI berjalan sukses. Bahkan, prestasi kafilah Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan dengan menempati peringkat kedua nasional dan mengumpulkan 208 poin. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para ulama, masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya MTQ Nasional XXXI.

Pemprov Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada para kafilah yang berhasil meraih prestasi. Sebanyak 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan berhasil diraih kafilah Jawa Tengah. 

Momentum Syiar dan Kebersamaan

Jateng Bersholawat bukan hanya menjadi acara seremonial penutup rangkaian MTQ Nasional. Kehadiran ribuan masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat.

Suasana Simpang Lima yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat Semarang berubah menjadi ruang berkumpulnya jamaah yang datang untuk bersholawat, mendengarkan tausiyah, serta memanjatkan rasa syukur.

Kehadiran tokoh-tokoh ulama dan habaib, termasuk Habib Abu Bakar bin Salim Al Atthas, juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan tersebut.

Acara berlangsung hingga selesai dalam keadaan aman dan lancar. Jateng Bersholawat kemudian menjadi salah satu momentum penting setelah suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

Jateng Catat Prestasi dan Dampak Ekonomi

Selain prestasi kafilah, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI juga disebut memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa rangkaian MTQ Nasional tersebut didatangi lebih dari 250 ribu pengunjung dan menghasilkan aktivitas ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. 

Dengan demikian, Jateng Bersholawat di Simpang Lima menjadi penutup yang sarat makna: syukur atas keberhasilan MTQ, penghormatan kepada para kafilah, sekaligus momentum memperkuat tradisi keagamaan dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah.

Rabu malam, 23 September 2026, Simpang Lima Semarang pun menjadi saksi berkumandangnya sholawat dari ribuan jamaah dalam sebuah acara yang berlangsung sukses, aman dan penuh suasana religius.