KEJI! Usai Tewaskan 3 ASN, KKB Pakai HP Korban untuk VC Keluarga Sambil Tertawa
Jum'at, 11 September 2026
Faktakini.info. Jakarta - Aksi penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali menyita perhatian. Bukan hanya karena tiga korban kehilangan nyawa, tetapi juga karena muncul dugaan aksi teror psikologis terhadap keluarga salah satu korban setelah penembakan.
Peristiwa penembakan terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Tiga ASN yang menjadi korban dilaporkan tewas setelah rombongan mereka diserang kelompok bersenjata ketika dalam perjalanan kembali menuju Wamena usai menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu korban adalah Wili Mbuik (26). Setelah kejadian, telepon seluler milik Wili diduga diambil oleh pelaku.
Yang kemudian terjadi membuat keluarga korban semakin terpukul.
HP Korban Diduga Dipakai untuk Video Call
Menurut keterangan keluarga yang diberitakan tvOne, pelaku diduga menggunakan HP milik Wili untuk mencari nomor keluarga korban melalui WhatsApp.
Pelaku kemudian melakukan video call dengan keluarga Wili di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah orang yang diduga berada di lokasi terlihat berbicara dengan keluarga korban. Mereka juga disebut tertawa dalam percakapan tersebut.
Bagi keluarga korban, tindakan tersebut bukan sekadar kehilangan anggota keluarga. Mereka juga harus menghadapi dugaan teror setelah orang yang mereka cintai tewas ditembak.
Polisi Buru Pelaku
Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada kelompok bersenjata KKB Kodap III Ndugama. Namun, polisi masih mendalami siapa individu yang terlibat dalam penembakan tersebut.
Aparat juga telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan keterangan saksi yang selamat.
Penembakan tersebut terjadi ketika rombongan ASN baru selesai menjalankan tugas menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Dalam perjalanan kembali ke Wamena, rombongan diserang di wilayah Distrik Muliama.
Bukan Hanya Serangan Fisik
Kasus ini kembali menyoroti dampak kekerasan bersenjata di Papua terhadap masyarakat sipil.
Jika rekaman video call tersebut benar menunjukkan pelaku penembakan menggunakan HP korban untuk menghubungi keluarganya, tindakan itu bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga berpotensi menjadi teror psikologis terhadap keluarga korban.
Pihak kepolisian kini masih memburu para pelaku dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk video call yang beredar di media sosial.
Tiga ASN telah gugur. Satu keluarga kehilangan orang yang mereka cintai. Dan kini muncul dugaan bahwa telepon milik korban justru digunakan untuk menghubungi keluarga setelah pembunuhan terjadi.


