Darurat Asap! 113 Ribu Warga Terkena Gangguan Pernapasan
Jum'at, 11 September 2026
Faktakini.info, Jakarta - Indonesia kembali menghadapi krisis kebakaran hutan dan lahan yang berdampak serius terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Data Kementerian Kesehatan yang diberitakan Reuters menunjukkan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan terkait polusi kebakaran meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu sekitar satu pekan.
Hingga 9 September 2026, tercatat 113.336 orang mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kebakaran. Angka tersebut melonjak dari 50.891 orang pada 1 September.
Krisis paling parah terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Bahkan, lebih dari 12,5 juta orang di tujuh provinsi dilaporkan telah terpapar asap.
Situasi semakin serius karena musim kebakaran tahun ini disebut menjadi salah satu yang terparah dalam lebih dari satu dekade. Kondisi panas ekstrem dan kekeringan yang berkaitan dengan fenomena super-El Niño memperbesar risiko kebakaran.
Emisi kebakaran Indonesia bahkan disebut mencapai sekitar sepertiga emisi kebakaran hutan global pada periode tersebut.
Pemerintah telah mengerahkan bantuan kesehatan, termasuk hampir satu juta masker, konsentrator oksigen, serta tenaga medis untuk menangani dampak kesehatan.
Bantuan internasional juga mulai berdatangan. Jepang mengirim sekitar 300 personel dan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman kebakaran di Kalimantan. Ini menjadi misi pemadaman kebakaran internasional pertama yang dilakukan Pasukan Bela Diri Jepang.
Kabut asap bahkan telah menyeberang ke sejumlah negara tetangga dan menimbulkan persoalan kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Dengan musim kebakaran diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober, masyarakat kini menghadapi ancaman ganda: kebakaran yang terus meluas dan udara yang semakin berbahaya untuk dihirup.
