Depan Rumah Jokowi Memanas! ARIB Bawa Surat Peringatan & Serukan Bubarkan Dinasti
Jum'at, 11 September 2026
Faktakini.info, Jakarta - Kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, didatangi massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB), Kamis (10/9/2026).
Belasan hingga puluhan orang tersebut datang membawa spanduk, poster, surat peringatan, serta sebuah plakat berisi pesan dan filosofi Jawa. Mereka bermaksud menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Jokowi.
Namun, massa tidak dapat bertemu langsung dengan Jokowi. Surat dan plakat akhirnya diterima oleh anggota Paspampres yang bertugas mengamankan kediaman mantan presiden tersebut. Pihak pengamanan menjelaskan bahwa pertemuan dan penyampaian surat harus mengikuti prosedur administratif.
“Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi”
Salah satu seruan paling mencolok dalam aksi tersebut adalah tuntutan “Bubarkan Geng Solo dan Dinasti Jokowi.”
Massa juga membawa sejumlah poster dengan kritik keras terhadap Jokowi, di antaranya bertuliskan “Jokowi Jongos Oligarki”, “Jokowi Power Syndrome”, “Jokowi dan Dinasti Haus Kuasa”, “Jokowi Melanggar Konstitusi”, “Jokowi Pembohong”, serta “Jokowi Perusak PDI-P”.
Koordinator aksi, Bangun Sutoto, mengatakan kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap NKRI sekaligus peringatan kepada Jokowi.
“Kami datang untuk kedamaian, kami minta Pak Jokowi cinta NKRI. Jadi kami datang untuk kedamaian, bukan keonaran,” kata Bangun.
Soroti Isu Pernyataan Budi Arie
Bangun juga mengaitkan aksi tersebut dengan pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.
Menurut Bangun, mereka ingin meminta penjelasan sekaligus mengingatkan Jokowi setelah Budi Arie sebelumnya menyampaikan pernyataan yang oleh massa dinilai berkaitan dengan kemungkinan gerakan makar atau percepatan Pemilu.
Atas dasar itu, massa merasa perlu menyampaikan surat peringatan langsung kepada Jokowi.
Lima Tuntutan Besar dalam Surat
Dalam surat yang dibawa ke kediaman Jokowi, ARIB menyerukan agar NKRI dibebaskan dari sejumlah hal yang mereka anggap mengancam kehidupan berbangsa.
Lima poin utama yang mereka soroti adalah:
1. Campur tangan asing dan aseng;
2. Para pengkhianat bangsa dan negara;
3. Dominasi oligarki kapital;
4. Politisi busuk;
5. Gerakan PKI gaya baru.
Massa juga meminta Jokowi menempatkan dirinya sebagai seorang negarawan yang pernah memperoleh mandat rakyat sebagai Presiden RI serta menghormati konstitusi dan undang-undang.
Bawa Pesan Filosofi Jawa
Selain surat, ARIB menyerahkan plakat yang berisi sejumlah filosofi Jawa sebagai pesan moral kepada Jokowi.
Di antaranya:
“Lamun sira sekti ojo kemaki.”
“Lamun sira sekti tansah eling pati.”
“Sapa nandur bakal ngunduh.”
“Ngunduh wohing pakarti.”
“Sapa salah bakal seleh.”
Massa berharap pesan tersebut menjadi pengingat bagi Jokowi agar menggunakan pengaruh dan posisi politiknya secara bijaksana.
Sempat Memanas dengan Relawan Jokowi
Aksi sempat mengalami ketegangan ketika massa ARIB memasuki Gang Kutai Utara dan bertemu dengan kelompok relawan atau pendukung Jokowi yang berada di sekitar lokasi.
Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi kericuhan. Situasi akhirnya dapat dikendalikan.
Setelah menyerahkan surat dan plakat melalui Paspampres serta menunggu kepastian dapat bertemu Jokowi, massa akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.25 WIB.
Aksi tersebut kembali menjadi sorotan karena kritik terhadap Jokowi kali ini disampaikan langsung di depan kediaman mantan Presiden di Solo, dengan seruan pembubaran “Geng Solo dan Dinasti Jokowi” sebagai salah satu pesan utama massa.


