Duet SaS Shearer & Sutton yang bawa Blackburn Rovers Juara Liga Inggris

 


Senin, 17 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Dia adalah rekan duet sempurna bagi Alan Shearer; sosok berbadan kekar yang melakukan pekerjaan berat di lapangan sementara Shearer yang mencetak gol. Namun, Chris Sutton sendiri adalah seorang legenda dengan kualitasnya yang luar biasa.

Saat Blackburn menjuarai Premier League pada tahun 1995, semua orang membicarakan Shearer. Namun tanpa Sutton, mereka tidak akan memenangkan apa pun.

Penyerang kelahiran Nottingham ini bukan sekadar *target man* biasa yang hanya menunggu bola sisa; ia adalah sosok tangguh dengan kekuatan fisik luar biasa yang mampu meluluhlantakkan pertahanan lawan hingga tak berdaya.

Mengawali karier dari tim muda Norwich City, Sutton menembus tim utama pada awal 1990-an dan langsung mencuri perhatian berkat keunggulannya dalam duel udara serta kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan.

Di Carrow Road, ia tumbuh menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Inggris, membawa Norwich finis di peringkat ketiga Premier League dan meraih kemenangan ikonik di kompetisi Eropa saat mengalahkan Bayern Munich.

Pada musim panas 1994, Blackburn Rovers memecahkan rekor transfer Inggris dengan menggelontorkan dana lima juta poundsterling untuk memboyongnya ke Ewood Park.

Kedatangannya di Lancashire melahirkan salah satu duet penyerang paling mematikan dalam sejarah sepak bola kasta tertinggi bersama Alan Shearer, yang dikenal luas dengan julukan SAS.

Duet penyerang yang tak terbendung itu mencetak total 49 gol liga, membawa Blackburn Rovers asuhan Kenny Dalglish meraih gelar juara Premier League musim 1994/95 yang legendaris.

Sutton sendiri menyumbangkan 15 gol liga selama musim gemilang tersebut, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai penyerang tengah papan atas di sepak bola Inggris.

Setelah sempat menjalani periode singkat yang sulit di Chelsea, Sutton membangkitkan kembali kariernya secara sensasional dengan pindah ke klub raksasa Skotlandia, Celtic, pada tahun 2000 dengan nilai transfer enam juta poundsterling.

Di Parkhead, ia membentuk duet ikonik bersama Henrik Larsson, membawa tim asuhan Martin O'Neill meraih tiga gelar Scottish Premier League, tiga trofi Scottish Cup, serta mencapai final Piala UEFA 2003.

Performa sensasional dan aksinya dalam pertandingan-pertandingan besar menjadikannya sosok idola di Glasgow, hingga ia dianugerahi penghargaan SPFA Players' Player of the Year pada tahun 2004.

Kembali ke sepak bola Inggris, Sutton sempat memperkuat Birmingham City dan Aston Villa sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karier bermainnya. Di kancah internasional, ia pernah memperkuat timnas senior Inggris dan selalu dikenal karena sikapnya yang sangat independen dan berani.

Setelah pensiun sebagai pemain, Sutton membangun reputasi besar sebagai salah satu komentator paling blak-blakan dan tanpa tedeng aling-aling di televisi serta radio Inggris.

Sepanjang karier profesionalnya yang gemilang, Sutton mencatatkan lebih dari 500 penampilan dan mencetak lebih dari 200 gol di kompetisi kasta tertinggi Inggris dan Skotlandia.

Ia tidak sekadar bermain untuk Blackburn; ia turut membangun klub tersebut. Itulah sebabnya ia masih dikenang di Ewood Park.