Usai Bertemu IBHRS, Eggi & DHL: Tidak Ada Kata Maaf untuk Jokowi
Kamis, 19 Februari 2026
Faktakini.info
BES & DHL: Tidak Ada Kata Maaf untuk Jokowi
*Pers Release*
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Diinformasikan kepada ummat muslim dan publik umumnya *(LINTAS SARA)* di tanah air:
Bahwa, pada Ahad (Minggu) 15 Februari 2026 kami Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, S H., M.S.I selaku Ketua Umum TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) dan H. Damai Hari Lubis, S.H.,M.H. (atas nama Sekjen TPUA) dipanggil menghadap oleh Imam Besar Umat Muslim Tanah Air DR. Habib Rizieq Shihab, Lc., M.A., Ph.D. (IB. HRS) selaku Pembina TPUA.
Materi pertemuan:
1. Mengatasi kemelut di tubuh organisasi TPUA;
2. Selaku Pendiri dan Pembina TPUA Mengambil Kembali Mandat Sementara Kepengurusan TPUA dalam waktu yang tidak dapat ditentukan.
Selanjutnya selaku Dewan Pembina IB. HRS menyarankan saya (Prof. Dr H. Eggi Sudjana, S.H., M.S.I dan H. Damai Hari Lubis, S.H., M.H) *_harus tetap melanjutkan upaya perjuangan ditanah air dan menyuarakan kebenaran dimana pun adanya demi melawan segala bentuk kedzoliman._*
Disarankan oleh Sang Imam Besar kepada saya Prof. DR. H. Eggi Sudjana, S.H., M.S.I. dengan memilih bergabung dengan unsur-unsur perjuangan lainnya yang ada (identik) melalui API atau KORLABI.
Untuk itu secara pribadi atas kedekatan hubungan kerja sama perjuangan selama ini BES menyatakan bergabung dengan KORLABI yang diketuai oleh *H. Damai Hari Lubis, S.H., M.H. (Sekjen Arvid Dwi Saktyo, S.H., M.K.N)* yang mempunyai tanggung jawab sebagai salah satu PEMBINA KORLABI [ Komando Pelaporan Bela Islam ] .
Adapun poin penting lainya dalam pertemuan dimaksud, terkait dua [ 2 ] hal. Terdapat kekeliruan persepsi dari DHL dalam ajukan permohonan nya ke IB HRS yaitu mengenai pergi Ke Solo, kediaman mantan Presiden RI ke 7 , yaitu dalam menyampaikannya ke IB di Medan Sumut untuk adanya pertemuan dengan pihak kepolisian dan tentu IB TIDAK TAHU akan ke Solo, maka IB beri pesan Amanah pada DHL untuk menjaga 2 Hal ;
1. Jangan ada kata Minta Maaf pada Jokowidodo
2. Tidak boleh ada Publikasi.
Adapun khusus point ke 2 . Perihal hubungan hukum terkait pelaporan kami berdua terhadap RS dan AK adalah bukan urusan Beliau melainkan pribadi kami (Eggi dan DHL) sehingga Beliau tidak mau intervensi atau tidak ikut campur, dengan Kata lain mau diteruskan LP nya atau Tidak terserah pada Kami Berdua. Bahwa yang terpenting dari semua itu , statement IB HRS dalam pertemuan khusus kami itu, ialah *IB HRS TIDAK SEPENDAPAT* dengan para pemfitnah dan pemaki-maki Kami yang nyatakan BES dan DHL , penghianat dalam perjuangan ini, alasan Beliau tidak sependapat oleh karena Kami telah menjalankan amanah nya yang 2 hal tersebut dan juga Kami tidak menerima uang berapapun dari tuduhan sadis pada Kami .
Oleh karenanya, fakta yang ada di Tubuh TPUA terjadi Perpecahan setelah Kami ke Solo, maka dengan sangat bijaksana IB mengambil keputusannya yaitu *MENARIK MANDAT TPUA dari kepemimpinan BES dan DHL dan kemudian Kami berdua sangat Ikhlas untuk menyerahkan mandat TPUA itu kepada IB HRS . Bahwa untuk selanjutnya agar Ummat Muslim dan publik umumnya (LINTAS SARA) di tanah air dapat memaklumi _terhadap sejarah besar perjuangan TPUA_* dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanallahuwata'ala dan rasa terima kasih sebesar besarnya kepada IB. HRS yang telah sudi membimbing kami sejak 2017-2026 dalam setiap perjuangan TPUA selama ini dan kami haturkan mohon maaf seikhlas ikhlasnya atas segala kekurangan apapun serta keterbatasan Kami selama ini.
Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh
Hormat Kami,
*Prof. DR. H. Eggi Sudjana, S.H. M S.I. (Salah Seorang Pembina KORLABI)*
*H. Damai Hari Lubis, S.H., M.H. (Ketua Umum KORLABI)*
Jakarta, Mabes Polri, 18 Februari 2026.
