[Video] HILMI FPI Sumbar Bangun Sumur Bor untuk Warga Terdampak Longsor dan Banjir Bandang di Padang Pariaman
Senin, 19 Januari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Relawan Kemanusiaan Front Persaudaraan Islam (FPI) Sumatera Barat melalui sayap Hilmi FPI kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak bencana alam. Kali ini, aksi kemanusiaan difokuskan pada pembangunan satu unit sumur bor bagi masyarakat yang terdampak longsor dan banjir bandang di wilayah Asam Pulau, Anduring, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Relawan Hilmi FPI Sumbar turun langsung ke lokasi bencana sejak Kamis, 15 Januari 2026. Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu, warga setempat mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Menyikapi kondisi tersebut, Relawan FPI Sumbar bergerak cepat dengan membangun sumur bor yang diperuntukkan bagi kebutuhan warga serta Surau (Mushalla) Jambak Katimaha di Asam Pulau.
Pembuatan sumur bor ini bertujuan untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sarana ibadah. Proses pengerjaan sumur bor memakan waktu selama empat hari kerja, dimulai sejak Kamis, 15 Januari hingga Senin, 19 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, relawan menghadapi berbagai kendala teknis, mengingat kondisi tanah yang didominasi batuan besar dan kerikil. Bahkan, tercatat tiga titik pengeboran mengalami kegagalan karena terhambat batu besar.
Namun demikian, berkat strategi, pengalaman, serta ketekunan Relawan Kemanusiaan FPI Sumbar, pada titik keempat pengeboran akhirnya membuahkan hasil. Pada hari keempat, proses pengeboran berjalan lancar dan berhasil mengeluarkan sumber air bersih yang sangat dinantikan masyarakat.
Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh warga serta pengurus Surau Jambak. Mata air bersih yang keluar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar dalam jangka panjang.
Pada Senin, 19 Januari 2026, Relawan Kemanusiaan Hilmi FPI Sumbar secara resmi menyerahkan hasil pembangunan sumur bor tersebut kepada pengurus Surau Jambak dan masyarakat setempat. Prosesi serah terima disaksikan oleh niniak mamak, alim ulama, pemuda, serta warga Asam Pulau yang hadir.
Koordinator kegiatan, Syahirajo, yang juga Relawan FPI Padang Pariaman, menyampaikan rasa terima kasih kepada Hilmi DPP FPI Pusat serta seluruh donatur yang telah memberikan dukungan, baik berupa bantuan logistik sembako maupun donasi untuk pembangunan sumur bor. Menurutnya, tanpa dukungan para donatur, aksi kemanusiaan tersebut tidak akan dapat terlaksana dengan baik.
“Sumur bor ini menjadi sejarah dan baru pertama kalinya dibangun di wilayah Katimaha Asam Pulau. Alhamdulillah, masyarakat dan pengurus surau memberikan apresiasi atas kepedulian dan kerja nyata Relawan FPI Sumbar,” ujarnya.
Selain di Padang Pariaman, Relawan FPI Sumbar sebelumnya juga telah membangun sumur bor di beberapa lokasi lain, seperti di wilayah Malalak, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan pasca bencana banjir bandang galodo di Sumatera Barat.
Di akhir kegiatan, Relawan FPI Sumbar turut menyampaikan doa agar seluruh donatur mendapatkan balasan kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya aksi kemanusiaan tersebut, serta kepada Habibana Muhammad Rizieq bin Husein Shihab atas inspirasi dan dukungan moral dalam setiap aksi kemanusiaan FPI di berbagai daerah bencana.
Sumur bor yang telah selesai dibangun ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya untuk Surau Jambak Katimaha dan warga Asam Pulau, Anduring, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
“Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah terdampak bencana alam,” pungkas Al-Faqir Syahirajo.
Klik video:



















