Pernyataan Para Pemimpin Gereja di Yerusalem: Zionisme Kristen Menyesatkan dan Merusak Persatuan Umat
Kamis, 22 Januari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa perwakilan resmi umat Kristen di Tanah Suci berada di tangan Gereja-gereja Apostolik yang telah menjalankan pelayanan pastoral selama berabad-abad.
Mereka memperingatkan bahwa aktivitas sejumlah individu lokal yang mempromosikan ideologi merusak, termasuk Zionisme Kristen, telah menyesatkan publik, menabur kebingungan, dan mengancam persatuan umat Kristen. Aktivitas tersebut juga disebut mendapat dukungan dari aktor politik tertentu di Israel dan luar negeri dengan agenda yang berpotensi membahayakan keberlangsungan kehadiran Kristen di Tanah Suci dan kawasan Timur Tengah.
Mengutip ajaran Kitab Suci tentang kesatuan tubuh Kristus, para pemimpin gereja menegaskan bahwa klaim otoritas di luar persekutuan gereja justru melukai persatuan umat beriman dan mengganggu misi pastoral gereja-gereja bersejarah di tanah tempat Yesus hidup, mengajar, menderita, dan bangkit.
Mereka juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas penerimaan resmi yang diberikan kepada pihak-pihak tersebut di tingkat lokal maupun internasional, yang dinilai sebagai campur tangan terhadap kehidupan internal gereja.
Dalam pernyataan tersebut, para Patriark dan Kepala Gereja menegaskan bahwa merekalah satu-satunya perwakilan sah Gereja dan jemaat Kristen dalam urusan keagamaan, komunal, dan pastoral di Tanah Suci.
Seruan ini diperkuat oleh pesan Paus Leo XIV yang menekankan pentingnya persatuan umat Kristiani, bertepatan dengan dimulainya Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani.
Paus mengajak seluruh komunitas Katolik untuk memperdalam doa demi terwujudnya persatuan yang nyata di antara semua orang Kristen, seraya menegaskan bahwa komitmen terhadap persatuan harus selalu berjalan seiring dengan komitmen terhadap perdamaian dan keadilan di dunia.
