Massa Konvoi Milad ke-6 FPI di MPR/DPR Pasang Spanduk Makzulkan Gibran, Protes Karhutla dan Bakar Foto Bocelli

 


Ahad, 1 November 2026

Faktakini.info, Jakarta - Rangkaian konvoi Milad ke-6 Front Persaudaraan Islam (FPI) pada Ahad, 1 November 2026, diwarnai sejumlah aksi dan penyampaian aspirasi di Jakarta. Rombongan yang diikuti puluhan ribu massa tersebut sempat berhenti di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI untuk memasang spanduk berisi kritik terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta seruan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam dokumentasi kegiatan, massa terlihat membentangkan spanduk berukuran besar di pagar kompleks parlemen. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diwarnai aksi pembakaran foto penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, sebagai bentuk penolakan terhadap konsernya di JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.

Bentangkan Spanduk Kritik Karhutla di Depan DPR

Salah satu spanduk yang dipasang massa memuat kritik mengenai kerusakan hutan, pencemaran udara, dan pengawasan pemerintah terhadap persoalan lingkungan.

Berikut tulisan yang terpampang pada spanduk tersebut:

“HUTAN DIBAKAR – UDARA TERCEMAR”

“RAKYAT SENGSARA – KORPORASI DIPELIHARA”

“KEBIJAKAN TIDAK KUAT, PENGAWASAN LEMAH SYAHWAT”

“HUTAN WAJIB DIREVITALISASI BUKAN MIKIR SAWIT DIINVESTASI”

Pesan tersebut menyoroti persoalan karhutla, dampak pencemaran terhadap masyarakat, serta kritik terhadap kebijakan dan lemahnya pengawasan. Massa juga menyuarakan tuntutan agar hutan direvitalisasi, bukan justru diarahkan pada kepentingan investasi perkebunan sawit.

Serukan Pemakzulan Gibran, Singgung Polemik Ijazah dan Putusan MK-MA

Selain membentangkan spanduk kritik karhutla, massa juga memasang spanduk bertuliskan “MAKZULKAN GIBRAN” di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI. Spanduk tersebut menampilkan gambar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Seruan tersebut muncul di tengah polemik riwayat pendidikan dan keabsahan dokumen penyetaraan ijazah SMA Gibran yang kembali menjadi sorotan setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) pada Oktober 2026.

Pada 6 Oktober 2026, MK melalui perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 menyatakan permohonan gugatan terkait pemenuhan syarat pendidikan Gibran tidak dapat diterima. MK menilai para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara tersebut.

Namun, dalam pertimbangan hukumnya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SMA atau sederajat.

MK juga mengungkapkan dokumen yang digunakan sebagai dasar penerbitan surat keterangan penyetaraan, antara lain certificate of attendance dan catatan akademik, bukan merupakan bukti kelulusan atau tamat dari jenjang pendidikan tertentu.

Selanjutnya, pada 30 Oktober 2026, MA mengabulkan kasasi yang diajukan Subhan Palal melalui putusan Nomor 742 K/TUN/2026. Dalam putusan tersebut, MA menyatakan Surat Keterangan Penyetaraan pendidikan SMA Gibran tidak sah.

Putusan MA tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam polemik dokumen pendidikan Gibran. Meski demikian, putusan MK dan MA tersebut memiliki objek serta jalur perkara berbeda dan tidak secara otomatis memberhentikan Gibran dari jabatan Wakil Presiden.

Seruan “Makzulkan Gibran” yang dibawa massa dalam konvoi Milad ke-6 FPI tersebut menjadi salah satu pesan politik yang disampaikan di tengah kembali mencuatnya polemik keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden.

Bakar Foto Andrea Bocelli, Serukan Aksi Kepung JIExpo

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, massa juga melakukan pembakaran foto Andrea Bocelli sebagai bentuk penolakan terhadap konser penyanyi asal Italia tersebut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Penolakan tersebut berkaitan dengan tudingan bahwa Andrea Bocelli merupakan pendukung Israel. Isu itu menjadi salah satu alasan yang disuarakan Massa penolak konser.

Massa juga menyuarakan rencana aksi bertajuk kepung JIExpo Kemayoran untuk menolak penyelenggaraan konser tersebut. Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli sebelumnya juga muncul dalam aksi di Magelang.

Konvoi Melintasi Sejumlah Ruas Jalan Jakarta

Konvoi Milad ke-6 FPI diikuti puluhan ribu massa dengan melintasi sejumlah ruas jalan di Jakarta. Rute konvoi mencakup kawasan Jalan S. Parman, Jalan Gatot Subroto, Cawang, hingga Palmerah dan Slipi.