Tawassul Sa'adat Ba'alawiy dalam Manuskrip Ponorogo
Ahad, 1 November 2026
Tawassul Sa'adat Ba'alawiy dalam Manuskrip Ponorogo
Sebuah manuskrip berbahan dluwang peninggalan Tarekat Samaniyah-Khalwatiyah, yang diperoleh dari keluarga keturunan Kiai R.M. Imam Aroem (Kiai Penghulu Hakim Ponorogo pada pertengahan abad ke-19), menyimpan jejak menarik mengenai hubungan Sa'adat Ba'alawiy dengan dunia Islam di Jawa. Manuskrip tersebut menghimpun berbagai amalan keagamaan, mulai dari wirid, zikir, silsilah tarekat, hingga rangkaian tawassul bi al-shalihin.
Di antara rangkaian tawassul tersebut, terdapat penyebutan sejumlah nama dari keluarga Ba'alawiy yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Dalam manuskrip itu tertulis:
إلى أولياء الكون وقطب الوجود السيد شيخ العلوي باعبود وسائر ذات العلويين خصوصا السيد عبد الله العيدروس وسائر ذرية رسول الله وأزواج رسول الله صلى الله عليه وسلم.
Artinya:
"Kepada para wali dan Qutub, Sayyid Syaikh Alwi Ba'abud beserta seluruh keluarga Alawiyin, khususnya Sayyid Abdullah al-Idrus, serta seluruh keturunan Rasulullah dan istri-istri Rasulullah ﷺ."
Penyebutan nama Sayyid Alwi Ba'abud dan Sayyid Abdullah al-Idrus dalam manuskrip tersebut membuka ruang pertanyaan sejarah yang menarik. Sejauh mana hubungan keluarga Ba'alawiy dengan jaringan tarekat di Jawa, khususnya Tarekat Khalwatiyah-Samaniyah? Bagaimana nama-nama mereka dikenal dan diwariskan dalam tradisi keagamaan Kiai Imam Aroem di Ponorogo? Apakah penyebutan tersebut berkaitan dengan hubungan keilmuan, transmisi amalan, atau merupakan bentuk penghormatan terhadap kedudukan spiritual para tokoh Ba'alawiy dalam tradisi tarekat yang dianut Kiai Imam Aroem?
Dalam sejumlah penelusuran sejarah, nama Sayyid Alwi Ba'abud dikaitkan dengan perkembangan hubungan kalangan sayyid dengan lingkungan elite Keraton Yogyakarta pada era Hamengkubuwono. Ia disebut memiliki kedekatan dengan Sultan Hamengkubuwono II, bahkan dikisahkan pernah dipercaya menjadi penasihat keagamaan di lingkungan keraton. Selain itu, keturunan Sayyid Alwi Ba'abud juga dikenal memainkan peranan penting dalam perjuangan Pangeran Diponegoro (1825-1830), keduanya dikenal dengan Kyai Hasan Munadi (Sayyid Husein Ba'abud) dan Pekih Ibrahim (Sayid Ibrahim Pekih). Hal ini antara lain dibahas dalam tulisan Ba'abud dan Joyokusumo: Prajurit Peranakan di Barisan Diponegoro karya Firdaus Agung, dimuat di tirto.id.
Nama kedua yang tercantum dalam manuskrip adalah Sayyid Abdullah al-Idrus. Dalam sejumlah sumber literatur, ia disebut sebagai pemimpin Ba'alawiy setelah wafatnya Sayyid Umar Muhdhor, yang tidak lain merupakan pamannya. Selain memimpin klan Ba'alawiy, Sayyid Abdullah al-Idrus juga disebut sebagai salah satu mata rantai penting dalam penyebaran dakwah keluarga Ba'alawiy di Nusantara. (Sumber: Wikipedia).
Menariknya, jejak sejarah keluarga Kiai R.M. Imam Aroem sendiri memperlihatkan keterhubungan dengan lingkungan bangsawan Madura. Dalam catatan silsilah nasabnya, garis keturunan Kiai Imam Aroem disebut bersambung kepada Sultan Cakraningrat Pamekasan melalui jalur R.M. Komar (yang dimakamkan di Ampel), kemudian Pangeran Pakuningrat, Bupati Sampang, Pangeran Resboyo dari Sampang, hingga Pangeran Cakraningrat Pamekasan.
Kiai R.M. Imam Aroem menurunkan generasi yang kemudian melanjutkan tradisi kepenghuluan di wilayah Ponorogo dan Ngawi. Tradisi tersebut berlangsung hingga beberapa generasi setelahnya. Di antara keturunan generasi keempat adalah R. Ismono (Moch. Moelyo), yang menjabat sebagai Naib Kecamatan Dolopo.
Dengan demikian, penyebutan nama-nama tokoh Ba'alawiy dalam manuskrip peninggalan Kiai Imam Aroem bukan sekadar catatan tawassul keagamaan, melainkan juga menyimpan kemungkinan petunjuk mengenai luasnya cakrawala hubungan intelektual dan spiritual masyarakat Muslim Jawa pada abad ke-19. Manuskrip tersebut menjadi salah satu pintu masuk untuk menelusuri perjumpaan antara tradisi tarekat, jaringan ulama Ba'alawiy, dan lingkungan elite keagamaan serta kebangsawanan Jawa-Madura.
Khoirul Fata
Pegiat Turots Tegalsari
Ket. Foto terakhir : Prof Oman memeriksa teks manuskrip Kholwatiyah Samaniyah


