FPI Dukung Sikap MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Siap Kerahkan Massa untuk Protes

 


Senin, 2 November 2026

Faktakini.info, Jakarta - Front Persaudaraan Islam (FPI) menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak rencana penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. FPI menegaskan, penolakan tersebut bukan didasari sikap anti terhadap pertunjukan musik, melainkan berangkat dari persoalan kemanusiaan, solidaritas terhadap rakyat Palestina, serta dugaan dukungan Bocelli terhadap tentara pendudukan Israel.

Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad Alatas, menyampaikan apresiasi kepada MUI atas sikap tegas dan konsistennya dalam mengawal marwah bangsa, khususnya dalam menyikapi rencana konser tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Habib Muhammad Alatas saat audiensi bersama MUI, elemen masyarakat sipil, dan pejuang kemanusiaan di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

"Kami yang pertama ingin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia yang tetap konsisten untuk mengawal negeri ini di dalam menjaga marwah bangsa," ujar Habib Muhammad Alatas.

Menurut Habib Muhammad Alatas, sikap penolakan terhadap konser Andrea Bocelli berkaitan dengan komitmen moral dan konstitusional Indonesia untuk menentang segala bentuk penjajahan. Ia menilai, persoalan ini tidak semestinya dipandang sebatas agenda hiburan maupun kegiatan komersial, mengingat adanya persoalan yang lebih besar, yakni penderitaan rakyat Palestina dan solidaritas terhadap perjuangan mereka.

FPI berpandangan bahwa konser tersebut patut ditolak karena Andrea Bocelli dinilai memberikan dukungan konkret, termasuk bantuan kepada tentara pendudukan Israel atau Israel Defense Forces (IDF). Atas dasar itulah, FPI menilai persoalan yang dipersoalkan bukan musik atau sosok penyanyi semata, melainkan sikap yang dikaitkan dengan dukungan terhadap militer Israel.

"Kami pahami bahwa penolakan kita bukan soal konser musik. Penolakan kita murni bahwa Bocelli ini fix memberikan bantuan ke IDF. Kalau bicara penolakan konser, banyak konser di Jakarta tidak kita usir. Tapi konser ini, unsur pembelaan dia terhadap Zionis itu menjadi sangat nyata," tegas Habib Muhammad Alatas.

Atas dasar pandangan tersebut, FPI menilai penyelenggaraan konser Andrea Bocelli tidak sepatutnya dipisahkan dari pertimbangan etika, kemanusiaan, dan tanggung jawab moral. FPI pun menyerukan agar rencana konser itu ditinjau kembali dan dibatalkan sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta dukungan kepada rakyat Palestina.

Bagi FPI, penolakan terhadap konser yang dipersoalkan karena dukungan kepada militer Israel bukan berarti penolakan terhadap seni dan musik secara umum. FPI menegaskan bahwa keberatan mereka bersifat spesifik terhadap konser Andrea Bocelli, sebagaimana alasan yang disampaikan dalam audiensi bersama MUI.

FPI Konsolidasikan Gerakan Penolakan

Dalam kesempatan tersebut, Habib Muhammad Alatas menyatakan bahwa peluang untuk membatalkan konser masih terbuka. FPI bersama puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya di berbagai daerah disebut telah menyusun dan menggalang gerakan penolakan secara intensif.

Di Jawa Tengah, misalnya, sebanyak 54 ormas dikabarkan telah menyatakan sikap serupa. Organisasi-organisasi tersebut juga telah melayangkan surat resmi kepada Kapolri hingga menyampaikan aspirasi yang menembus Istana Negara.

FPI turut mengonsolidasikan gerakan di tingkat wilayah, termasuk melalui FPI DKI Jakarta dan FPI DPD Jawa Tengah. Sejumlah rencana aksi damai disiapkan di beberapa titik strategis, di antaranya di depan Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lokasi penyelenggaraan konser.

FPI menyatakan siap mengerahkan massa bersama elemen ormas Islam apabila langkah penyampaian aspirasi melalui jalur yang telah ditempuh tidak membuahkan hasil. Gerakan tersebut, menurut FPI, akan diarahkan untuk menyuarakan penolakan secara damai sekaligus mendesak pihak-pihak terkait agar mempertimbangkan tuntutan masyarakat.

Habib Muhammad Alatas juga mengingatkan Kementerian Pariwisata, kementerian terkait, serta promotor Showmaker Live agar tidak mengabaikan persoalan kemanusiaan hanya demi mengejar keuntungan finansial.

Menurutnya, penyelenggaraan sebuah acara berskala besar semestinya turut mempertimbangkan sensitivitas publik dan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Indonesia, terutama ketika muncul keberatan yang berkaitan dengan penderitaan rakyat Palestina.

Siap Berada di Barisan Terdepan

FPI menegaskan akan mendukung penuh sikap dan keputusan MUI terkait persoalan tersebut. Habib Muhammad Alatas menyebut, dalam setiap aksi penolakan yang digelar, baik di Jawa Tengah maupun Jakarta, FPI akan terus membawa pesan solidaritas dan pembelaan terhadap sikap MUI.

"Sehingga kami dalam setiap aksi, baik di Jawa Tengah maupun di Jakarta ke depan, kami selalu membawa syiar membela sikap Majelis Ulama Indonesia," kata dia menegaskan.

Dengan dukungan terhadap sikap MUI dan konsolidasi bersama berbagai elemen masyarakat, FPI menyatakan akan terus mengawal persoalan rencana konser Andrea Bocelli. FPI berharap pihak promotor dan pemerintah membuka ruang pertimbangan yang lebih luas, tidak semata melihat konser dari sisi hiburan dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspirasi kemanusiaan serta solidaritas terhadap Palestina.

Bagi FPI, penolakan tersebut merupakan bagian dari upaya menyuarakan sikap terhadap apa yang mereka pandang sebagai dukungan kepada tentara pendudukan Israel, sekaligus menegaskan bahwa persoalan Palestina tetap menjadi perhatian dalam gerakan kemanusiaan dan perjuangan moral di Indonesia.

Sumber: mui.or.id