FPI DKI Jakarta Gelar Aksi di JIExpo Kemayoran, Tolak Konser Andrea Bocelli dan Desak Penghentian Promosi Miras
Ahad, 1 November 2026
Faktakini.info, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah Front Persaudaraan Islam (DPD FPI) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, sekaligus mendesak penghentian promosi dan peredaran minuman beralkohol yang menjadi sorotan di lokasi kegiatan.
Aksi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi FPI terhadap rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Penolakan itu dilandasi kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina, menyusul sorotan terhadap rekam jejak Bocelli yang dipersoalkan sejumlah organisasi masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selain mempersoalkan konser, massa FPI juga menyoroti materi promosi minuman beralkohol yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama berkaitan dengan perlindungan generasi muda.
Berdasarkan laporan Republik Expose, aksi tersebut diikuti sekitar 50 orang dan dipimpin Mad Yamin serta Apriyadi. Massa membawa kendaraan komando, sejumlah sepeda motor, mobil pribadi, serta spanduk berisi pesan penolakan.
Desak Penurunan Spanduk Promosi
Massa mulai terpantau di kawasan JIExpo sekitar pukul 13.50 WIB. Sejumlah peserta perempuan dari kelompok massa berada di Masjid At-Taqwa JIExpo Kemayoran.
Petugas pengamanan dalam (Pamdal) sempat melakukan pencegahan agar massa tidak memasuki kawasan JIExpo melalui Pintu 6. Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 WIB, massa tiba di Pintu 9 JIExpo menggunakan kendaraan komando.
Pada pukul 15.49 WIB, peserta aksi mulai menyampaikan orasi. Mereka mengungkapkan keberatan terhadap promosi minuman beralkohol, termasuk materi promosi yang berkaitan dengan acara Scream or Dance, Chivas Regal, serta konser Andrea Bocelli.
Dalam orasinya, massa menyampaikan bahwa menjaga lingkungan dan masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Massa juga meminta penyelenggara memastikan tidak ada peredaran minuman beralkohol yang melibatkan pengunjung di bawah umur.
Sekitar pukul 16.08 WIB, massa meminta pihak pengelola menurunkan spanduk promosi Andrea Bocelli yang terpasang di Pintu 9. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti pihak JIExpo.
Pada pukul 16.17 WIB, spanduk promosi Andrea Bocelli di lokasi tersebut dilaporkan telah diturunkan.
FPI Gelar Audiensi dengan Pengelola JIExpo
Usai menyampaikan aspirasi di lokasi, perwakilan DPD FPI DKI Jakarta melaksanakan audiensi dengan pihak pengelola JIExpo Kemayoran.
Audiensi berlangsung mulai pukul 16.50 WIB di ruang pertemuan kantor legal PRJ. Pertemuan diterima Hendra selaku penanggung jawab area PRJ.
Turut hadir dalam perwakilan massa, Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Zein bin Umar Alatas.
Dalam pertemuan itu, perwakilan FPI mempertanyakan mekanisme peredaran minuman beralkohol di area acara, khususnya pada kegiatan yang berlangsung 31 Oktober hingga 1 November 2026.
FPI meminta pihak pengelola memastikan pembatasan usia pembelian minuman beralkohol benar-benar diterapkan. Mereka juga menyoroti risiko konsumsi alkohol di kalangan anak muda, termasuk potensi kecelakaan lalu lintas akibat berkendara dalam pengaruh minuman keras.
Perwakilan FPI mempertanyakan jaminan bahwa pembeli minuman beralkohol benar-benar berusia minimal 21 tahun serta meminta adanya pernyataan tertulis mengenai pembatasan tersebut.
Pihak legal JIExpo, Indra, menjelaskan bahwa kegiatan di kawasan tersebut harus memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku. Menurutnya, konten acara merupakan tanggung jawab penyelenggara atau *event organizer* (EO).
Indra juga menyampaikan bahwa pengelola telah menetapkan ketentuan usia minimal 21 tahun bagi pengunjung yang diperbolehkan membeli atau mengonsumsi minuman beralkohol serta menyebut adanya izin penjualan. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara terperinci isi perjanjian terkait ketentuan tersebut.
Sementara itu, perwakilan EO bernama Noel menjelaskan bahwa pembelian minuman beralkohol dilakukan dengan menunjukkan KTP. Pengunjung yang memenuhi persyaratan usia akan diberikan gelang khusus sebagai penanda bahwa mereka diperbolehkan membeli minuman tersebut.
Terkait desakan penghentian peredaran minuman beralkohol, pihak EO menyatakan belum dapat memenuhi tuntutan itu karena kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Pihak EO juga mengklaim bahwa materi sosialisasi minuman keras telah dihapus dari media sosial, meskipun minuman beralkohol masih tersedia di lokasi acara.
Penolakan Berangkat dari Solidaritas Palestina
Penolakan FPI terhadap konser Andrea Bocelli tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, FPI telah menyatakan dukungan terhadap sikap MUI yang meminta pembatalan konser tersebut.
Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad Alatas, sebelumnya menegaskan bahwa keberatan pihaknya bukan semata-mata terhadap pertunjukan musik, melainkan persoalan kemanusiaan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
MUI dan sejumlah elemen masyarakat menyoroti partisipasi Bocelli dalam acara penggalangan dana bagi Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Rekam jejak tersebut menjadi dasar keberatan yang disampaikan pihak-pihak yang menolak konser. Sorotan itu merupakan bagian dari alasan penolakan para pengkritik, di tengah perbedaan pandangan mengenai penyelenggaraan pertunjukan tersebut.
Di sisi lain, promotor Shoemaker Live dengan pongah mengabaikan seruan MUI, dan menyatakan konser tetap direncanakan berlangsung. Promotor menyebut penyelenggaraan konser telah melalui komunikasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, serta diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Aksi Berakhir Aman dan Kondusif
Setelah audiensi selesai sekitar pukul 17.50 WIB, perwakilan massa kembali bergabung dengan peserta aksi di Pintu 9 JIExpo.
Sekitar pukul 17.52 WIB, massa melaksanakan salat Magrib berjamaah di lokasi aksi. Selanjutnya, sekitar pukul 18.10 WIB, kegiatan unjuk rasa dinyatakan selesai.
Aksi berlangsung aman dan kondusif.
Melalui aksi tersebut, FPI DKI Jakarta berharap pihak pengelola dan penyelenggara memperhatikan aspirasi masyarakat, baik mengenai penolakan konser Andrea Bocelli maupun persoalan promosi dan peredaran minuman beralkohol.
Bagi FPI, penyampaian aspirasi ini menjadi bagian dari upaya mengawal kepedulian terhadap Palestina sekaligus menyuarakan perlindungan generasi muda dari hal-hal yang dinilai berpotensi membawa dampak buruk bagi masyarakat.

