Pemuda Natuna Rendi Apriyanto Dikabarkan Tewas di Rusia, Diduga Terlibat sebagai Tenaga Logistik Militer

 


Kamis, 1 Oktober 2026

Faktakini.info, Jakarta - Kabar duka datang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Rendi Apriyanto (30), pemuda asal Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, dikabarkan meninggal dunia saat berada di Rusia di tengah konflik Rusia-Ukraina.

Rendi disebut berada di Rusia dan diduga bekerja sebagai tenaga logistik militer. Sejumlah pemberitaan menyebut dirinya direkrut sebagai tentara bayaran untuk Rusia. Namun, hingga kini status resmi pekerjaannya dan proses perekrutannya belum dapat dipastikan secara independen.

Kabar meninggalnya Rendi dibenarkan oleh kedua orang tuanya, Rustamal dan Eniyanti. Menurut keluarga, informasi tersebut pertama kali diterima dari rekan Rendi yang juga berada di Rusia.

Rendi disebut meninggal pada 20 September 2026 setelah terkena serangan drone Ukraina. Menurut keterangan yang diterima keluarga dari rekan Rendi, serangan tersebut terjadi ketika gelombang serangan drone menyasar Moskow dan sejumlah wilayah Rusia.

“Rendi terkena serangan drone dari Ukraina ... anak saya tidak bisa menghindar lagi, karena banyaknya drone,” kata Rustamal sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Sebelumnya Bekerja di Filipina

Sebelum berangkat ke Rusia, Rendi diketahui pernah bekerja di sejumlah daerah. Ia kemudian bekerja di Filipina sebagai teknisi listrik.

Menurut keluarga, Rendi kemudian memberi tahu bahwa dirinya telah berada di Rusia untuk bekerja di bidang logistik. Keluarga awalnya tidak mengetahui secara pasti bahwa pekerjaan tersebut berkaitan dengan aktivitas militer. Informasi mengenai keterlibatannya dalam pekerjaan logistik militer baru diketahui setelah kabar kematiannya diterima.

Rendi diperkirakan telah berada di Rusia selama sekitar lima bulan sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Sejumlah laporan menyebut Rendi direkrut melalui seorang agen untuk bekerja di bidang logistik militer Rusia. Namun, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang merekrut, bagaimana proses keberangkatannya, serta status resmi pekerjaannya di Rusia.

Keluarga Berharap Jenazah Dipulangkan

Setelah menerima kabar kematian Rendi, persoalan berikutnya yang dihadapi keluarga adalah proses pemulangan jenazah ke Natuna.

Keluarga berusaha berkomunikasi dengan rekan Rendi yang berada di Rusia untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan jenazah dan kemungkinan proses pemulangan.

Namun, menurut keterangan yang diterima keluarga, proses tersebut tidak mudah karena situasi di lokasi masih berada dalam kondisi perang. Bahkan disebut masih terdapat korban yang belum dievakuasi.

Keluarga kini berharap ada kepastian mengenai kondisi dan keberadaan jenazah Rendi sehingga dapat dipulangkan ke tanah kelahirannya di Natuna dan dimakamkan oleh keluarga.

Meninggalkan Tanda Tanya

Kematian Rendi sekaligus menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai bagaimana seorang warga negara Indonesia dapat berangkat ke Rusia dan kemudian diduga terlibat dalam aktivitas logistik militer di tengah perang.

Hingga saat ini, kronologi lengkap keberangkatan Rendi ke Rusia, pihak yang merekrutnya, bentuk kontrak pekerjaan, serta status resminya selama berada di Rusia masih menunggu kejelasan lebih lanjut.

Pihak keluarga juga masih mengandalkan informasi dari rekan Rendi yang berada di Rusia terkait kabar kematian tersebut. Karena itu, sejumlah detail mengenai keterlibatan Rendi sebagai tentara bayaran masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Kepergian Rendi menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Ranai Darat. Ia dikenal sebagai pemuda Natuna yang sebelumnya mencari pengalaman kerja hingga ke luar negeri sebelum akhirnya berada di Rusia.

Kini keluarga hanya berharap proses penelusuran dan pemulangan jenazah dapat segera memperoleh kepastian.

Semoga almarhum Rendi Apriyanto mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. 🤲

#RendiApriyanto #Natuna #Rusia #Ukraina #RusiaUkraina #WNI #KabarDuka