Irjen Pol (Purn.) Farouk Muhammad, Jenderal Polisi Keturunan Habib yang Mengabdi untuk Bangsa
Rabu, 21 Oktober 2026
Faktakini.info
Irjen Pol (Purn.) Farouk Muhammad, Jenderal Polisi Keturunan Habib yang Mengabdi untuk Bangsa
Irjen Pol (Purn.) Prof. Dr. Farouk Muhammad (17 Oktober 1949–18 Februari 2021) merupakan seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, akademisi, dan politikus yang mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Namanya dikenal melalui perjalanan kariernya di institusi kepolisian, dunia pendidikan, hingga politik nasional.
Farouk Muhammad lahir di Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia merupakan putra dari H. Muhammad bin Salim bin Syekh Abubakar dan Hj. Salmah binti Abdurahman Azzubaidi. Ia juga dikenal memiliki latar belakang keturunan Arab, sementara penetapan nasab sebagai habib memerlukan rujukan silsilah yang dapat diverifikasi.
Perjalanan Karier di Kepolisian
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1972 ini memiliki pengalaman panjang di lingkungan Polri, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kepolisian.
Sepanjang pengabdiannya, Farouk Muhammad dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat dan Kapolda Maluku. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebagai perwira tinggi Polri.
Ia kemudian mengemban amanah sebagai Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), sebuah lembaga pendidikan yang berperan penting dalam membentuk perwira kepolisian yang profesional, berintegritas, dan memiliki wawasan akademis.
Melanjutkan Pengabdian di Dunia Politik
Setelah berkarier di kepolisian, Farouk Muhammad melanjutkan pengabdiannya melalui dunia politik. Ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI periode 2014–2017.
Dalam peran tersebut, ia turut mengambil bagian dalam memperjuangkan aspirasi daerah serta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.
Jejak Pengabdian yang Patut Dikenang
Farouk Muhammad wafat pada 18 Februari 2021. Ia meninggalkan perjalanan hidup yang mencakup tiga bidang penting, yakni kepolisian, pendidikan, dan politik.
Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak terbatas pada satu profesi atau jabatan. Dari seorang perwira polisi hingga menjadi akademisi dan pimpinan lembaga perwakilan daerah, Farouk Muhammad telah menapaki berbagai tanggung jawab dalam perjalanan hidupnya.
Dari Sape, Bima, hingga panggung nasional, Farouk Muhammad menjadi sosok yang perjalanan hidupnya layak dikenang sebagai bagian dari sejarah pengabdian putra daerah bagi Indonesia.
#FaroukMuhammad #JenderalPolri #SejarahPolri #TokohNasional #SejarahIndonesia
