[Video Drone View] Maulid Nabi SAW pada September 2026 Membludak! Habaib dan Kyai Makin Solid, Umat Tumpah Ruah di Habib Kuncung, Keramat Empang Bogor, Kwitang dan lainnya

 


Sabtu, 12 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Bulan Rabiul Awal 1448 H kembali menjadi momentum luar biasa bagi umat Islam di Jabodetabek. Sepanjang September 2026, berbagai majelis Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersama para habaib dan ulama berlangsung meriah, khidmat dan dipadati jamaah dalam jumlah sangat besar, puluhan ribu hingga 100 ribu lebih jamaah 

Fenomena tersebut terlihat dari rangkaian Maulid yang berlangsung di sejumlah titik yang selama ini menjadi pusat tradisi keislaman masyarakat Jakarta dan Bogor.

Di Makam Kramat Habib Kuncung, Kalibata, Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW digelar pada Ahad, 6 September 2026. Acara berlangsung mulai setelah Salat Ashar dan menjadi salah satu pembuka rangkaian Maulid besar di kawasan Jakarta, dihadiri 100 ribu lebih jamaah.

Sehari kemudian, pada 7 September, Maulid Agung dan Haul juga digelar di kediaman Habib Ali bin Husein Al-Athos di Condet.

Kemudian pada 8–9 September, giliran kawasan Kramat Empang, Bogor, yang menjadi pusat berkumpulnya umat. Rangkaian Maulid Agung dan Haul Habib Abdullah bin Muhsin Al-Athos digelar di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat ziarah umat Islam tersebut.  Juga dihadiri 100 ribu lebih jamaah.

Sementara itu, Kwitang, Jakarta Pusat, kembali menunjukkan kekuatan tradisi Maulid yang telah mengakar selama puluhan tahun.

Rangkaian Maulid Akhir Khamis berlangsung pada 9–11 September 2026, diawali dengan rauhah dan ziarah, kemudian Maulid Akhir Khamis pada Kamis, 10 September, serta dilanjutkan dengan khatam Maulid dan Maulid khusus wanita pada Jumat. Dihadiri 100 ribu lebih jamaah.

Kemeriahan juga terasa di Majelis Ta'lim Al Afaf, Tebet.

Pada Jumat, 11 September 2026, digelar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Salat Subuh gabungan se-Jabodetabek bersama di MT Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Al Afaff). Acara dijadwalkan sejak pukul 03.00 hingga pagi hari. 

Tidak berhenti di sana, kawasan Masjid Al Hawi, Condet, juga menggelar rangkaian Maulid pada 11–12 September. Kegiatan diawali pembacaan Burdah Al Madih selepas Maghrib dan dilanjutkan pembacaan Maulid pada Sabtu pagi. 

Lalu pada hari Ahad, 13 September 2026, rangkaian maulid akbar di masjid dan makam Keramat Luar Batang pada Ahad pagi, dan di Keramat Kampung Bandan pada Ahad siang, dan makam Mbah Priuk pada Ahad sore juga sukses dan dihadiri puluhan hingga 100 ribu lebih jamaah.

Pemandangan dari berbagai majelis tersebut menunjukkan satu hal yang menarik: kecintaan umat kepada Rasulullah SAW masih sangat kuat.

Jamaah datang dari berbagai wilayah, memenuhi masjid, halaman, jalan sekitar majelis hingga kawasan-kawasan yang berada di sekitar lokasi acara. Tradisi membaca Maulid, bershalawat, mendengarkan nasihat ulama serta bersilaturahmi dengan para habaib terus mendapatkan sambutan luar biasa.

Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran bahwa Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang bertemunya ulama, habaib, kiai dan umat dalam suasana penuh mahabbah kepada Rasulullah SAW.

HABIB DAN KIAI MAKIN SOLID

Yang tak kalah menarik, semaraknya berbagai acara Maulid di Jakarta dan Bogor juga memperlihatkan kuatnya hubungan antara para kiai dan habaib.

Di tengah berbagai perbedaan yang terkadang muncul di ruang publik, majelis-majelis Maulid justru memperlihatkan wajah yang berbeda: para ulama dan habaib hadir bersama, saling menghormati, saling mencintai dan bersama-sama membimbing umat.

Kesuksesan rangkaian Maulid September 2026 ini menjadi bukti bahwa ukhuwah, mahabbah dan kebersamaan antara kiai dan habaib masih sangat kuat.

Ketika para ulama dan habaib bersatu dalam majelis Rasulullah SAW, umat pun ikut berkumpul.

Bukan sekadar karena nama besar seorang tokoh, tetapi karena ada cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi titik temu.

Dari Habib Kuncung, Kramat Empang, Condet, Kwitang, Tebet hingga berbagai majelis lainnya, gema shalawat kembali memenuhi ruang-ruang publik.

September 2026 menjadi salah satu bukti bahwa tradisi Maulid masih hidup, umat masih mencintai Rasulullah SAW, dan hubungan para kiai serta habaib semakin erat dalam membimbing umat.

Semoga rangkaian Maulid tersebut membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjadi sebab semakin kokohnya kecintaan umat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Allahumma shalli wa sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Berikut ini sejumlah video dronenya liputan Erik TS: