Standar Ganda Imaduddin: Kenapa Nasab Raja Yordania Tidak Ikut Dibatalkan?

 


Senin, 21 September 2026

Faktakini.info

Standar Ganda Imaduddin: Kenapa Nasab Raja Yordania Tidak Ikut Dibatalkan?

Tesis K.H. Imaduddin Utsman dalam membatalkan nasab klan Ba’Alawi selalu menggunakan satu senjata tunggal: “Jika nama leluhurnya tidak tercatat dalam kitab Asy-Syajarah al-Mubarakah karya Imam Ar-Razi (w. 606 H), maka nasabnya palsu.” Kitab abad ke-6 Hijriah ini seketika dijadikan "Hakim Tunggal" yang dianggap maksum dan mencatat seluruh keturunan Nabi tanpa celah.

Namun, mari kita balik senjata itu ke muka Imaduddin. Jika metodologinya jujur dan konsisten, ia wajib menerapkan standar absolut kitab ini kepada Bani Qatadah (Dinasti Hasyimiyah) yang menurunkan Raja Abdullah II dari Yordania.

Bukti Skandal Halaman 22 Kitab Ar-Razi

Buka kitab Asy-Syajarah al-Mubarakah halaman 22 pada pembahasan keturunan Musa al-Jun. Imam ar-Razi menulis secara literal:

"وأما علي بن عبد الله بن محمد الثائر، فله من الأبناء..."

Wa ammā 'Alī bin 'Abdillāh bin Muhammad al-Tsā'ir, falahū min al-abnā'...

Artinya: "Dan adapun Ali bin Abdullah bin Muhammad al-Tsa'ir, maka ia memiliki anak-anak..."

Fakta Fatal: Rantai teks di halaman 22 tersebut langsung melompat dari nama Ali bin Abdullah tanpa menyebut nama SULAIMAN. Padahal, Sulaiman adalah tokoh kunci dan wasilah (jalur patroli) utama bagi tegaknya silsilah Bani Qatadah menuju Raja Yordania hari ini.

Jika menggunakan logika ala Imaduddin:

“Karena nama Sulaiman tidak tercatat di kitab Syajarah al-Mubarakah, maka silsilah Bani Qatadah adalah palsu (adruj). Maka nasab Syarif Makkah terputus dan nasab Raja Yordania hari ini BATAL!”

Kenapa Imaduddin Bungkam dan Pilih Tebang Pilih?

Tentu saja Imaduddin memilih pura-pura tidak tahu karena logikanya akan langsung hancur lebur menabrak tembok besar:Kaidah Ilmiah ilmu nasab Internasional.

Kesimpulan : Kitab Asy-Syajarah al-Mubarakah hanyalah senjata musiman yang dipakai secara tebang pilih (cherry-picking).