Panglima TNI Ungkap 8 Senjata Direbut dalam Operasi Papua

 


Senin, 28 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkap perkembangan terbaru operasi penindakan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua.

Menurut Agus, berdasarkan laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan), sebanyak delapan pucuk senjata berhasil direbut dalam rangkaian operasi tersebut.

Agus menyampaikan informasi itu saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Ia mengatakan sebagian senjata yang diamankan merupakan jenis SS1 V1 yang sebelumnya disebut direbut OPM dari satuan TNI.

Namun, Panglima TNI belum merinci lokasi pengamanan delapan senjata tersebut maupun identitas pihak yang menguasainya.

Perkembangan itu disampaikan ketika Agus ditanya mengenai operasi TNI dalam mengejar pihak yang berada di balik sejumlah kejadian yang menyebabkan warga sipil meninggal di Papua.

Empat Anggota OPM Disebut Tewas

Sebelumnya, Koops TNI Habema melaporkan empat anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9).

Menurut keterangan Koops TNI Habema, kelompok tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.

Dalam operasi tersebut, TNI juga melaporkan penyitaan sejumlah barang, termasuk satu pucuk SS2 V1, senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta perlengkapan lapangan.

Informasi mengenai delapan senjata tersebut kini menjadi bagian dari perkembangan terbaru operasi keamanan di Papua.

TNI menyatakan operasi terus dilakukan untuk menangani kelompok bersenjata dan mengejar pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua.

Foto: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto