Kisah Mualaf Silvio Escobar: Sempat Takut Disunat, Kini Jadi WNI meski Tak Pernah Bela Timnas Indonesia

 


Kamis, 17 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Perjalanan hidup Silvio Escobar tak hanya menarik dari sisi sepak bola. Striker asal Paraguay tersebut memiliki kisah spiritual yang cukup unik hingga akhirnya memutuskan memeluk agama Islam dan kemudian menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Escobar pertama kali datang ke Indonesia pada 2014 untuk memperkuat Persepam Madura. Dari lingkungan sepak bola itulah ketertarikannya terhadap Islam mulai tumbuh.

Saat berada di Madura, Escobar banyak berinteraksi dengan rekan-rekan Muslim serta asisten pelatihnya, Sumardi. Ia mengaku tertarik melihat sikap para pemain Muslim yang menurut pengamatannya terlihat sabar, tenang dan damai.

Rasa penasaran tersebut kemudian membuat Escobar mulai bertanya mengenai Islam dan kehidupan seorang Muslim.

Sempat Takut karena Mengira Sunat Berarti “Dipotong”

Keinginan Escobar untuk memeluk Islam ternyata sempat tertunda karena persoalan khitan.

Pada saat itu kemampuan bahasa Indonesianya masih terbatas. Ketika mendapat penjelasan bahwa laki-laki yang masuk Islam perlu menjalani sunat, Escobar salah memahami istilah “dipotong”.

Ia sempat membayangkan bahwa seluruh bagian alat vitalnya akan dipotong. Kesalahpahaman tersebut membuatnya ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk sementara.

Situasi berubah ketika Escobar pindah ke Jakarta pada 2015. Ia kemudian berbicara dengan seorang rekannya yang juga merupakan mualaf.

Dari percakapan tersebut, Escobar akhirnya memahami bahwa khitan tidak seperti yang selama ini ia bayangkan. Bagian yang dipotong hanyalah kulit tertentu dan prosedurnya dilakukan untuk alasan kebersihan serta kesehatan.

Setelah rasa takutnya hilang, Escobar akhirnya mengambil keputusan untuk menjalani khitan.

Dalam sebuah cerita yang ia sampaikan dengan nada bercanda, Escobar mengaku pergi sendiri ke sebuah klinik pada Jumat pagi untuk menjalani prosedur tersebut.

Ia bahkan sempat merasa malu ketika harus berhadapan dengan para perawat di klinik. Namun, pengalaman itu akhirnya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya sebelum benar-benar mantap menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Menjadi WNI pada 2020

Perjalanan Escobar di Indonesia kemudian berlanjut bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Pada 2020, Escobar resmi memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi.

Menariknya, proses tersebut disebut tidak semata-mata dilakukan untuk kepentingan sepak bola nasional. Escobar mengurus berbagai keperluan administrasinya secara mandiri dengan bantuan keluarga istrinya yang merupakan warga Indonesia.

Sebagai pemain, Escobar pernah memperkuat sejumlah klub di Indonesia, termasuk Persija Jakarta, Persela Lamongan dan Dejan FC.

Namun, meski telah berstatus WNI, Escobar tidak pernah sekalipun tampil untuk Tim Nasional Indonesia dalam pertandingan resmi.

Impian untuk mengenakan jersey Merah Putih di level tim nasional belum terwujud. Persaingan di lini depan serta faktor usia menjadi bagian dari perjalanan karier yang membuat kesempatan tersebut tidak pernah datang.

Meski demikian, perjalanan Escobar memperlihatkan bahwa hubungannya dengan Indonesia tidak hanya terbentuk melalui sepak bola.

Ia datang sebagai pemain asing, kemudian mengenal kehidupan masyarakat Indonesia, menemukan ketertarikan terhadap Islam, menjalani proses menjadi mualaf, hingga akhirnya memilih menjadi Warga Negara Indonesia.

Kisah tersebut menjadi bagian unik dari perjalanan seorang pesepak bola Paraguay yang kemudian menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dalam kehidupan dan keluarganya.