Ketika Senioritas Bak Tuhan, Salah Beli Mie, Nyawa Serda Ahmad Melayang!

 


Sabtu, 12 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Seorang prajurit TNI AU asal Magetan, Serda Ahmad Muzammil Farisa, meninggal dunia setelah diduga dianiaya sejumlah seniornya di asrama. Pemicunya benar-benar sepele, hanya karena salah membeli mie.

Akibatnya Serda Ahmad meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya.

Mari kita bedah fenomena senioritas bagaikan Tuhan dalam tubuh militer Indonesia ini dan bagaimana fakta-fakta kasus yang menimpa Serda Ahmad ini:

- Kronologi Kejadian.

Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, menyebut dugaan penganiayaan itu bermula saat Serda Ahmad diminta membeli mie kuah. Namun, Serda Ahmad justru membawa mie goreng.

"Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mie kuah namun diberikan mie goreng." tutur Toni.

Peristiwa itu terjadi di asrama Skadron Udara. Saat itu Serda Ahmad yang baru bertugas diminta 4 seniornya yang berpangkat sama-sama Serda untuk membelikan makanan. Dari kesalahan kecil itulah, dugaan penganiayaan terjadi.

Keluarga awalnya menerima kabar duka pada pukul 04.00 dini hari, dengan keterangan meninggal karena kecelakaan. Namun pihak keluarga menemukan banyak kejanggalan pada tubuh almarhum, hingga akhirnya seorang rekan almarhum memberanikan diri mengungkap dugaan penganiayaan tersebut.

- Dugaan Penganiayaan Senior.

Hingga kini, 4 prajurit senior yang diduga terlibat sudah diamankan dan diperiksa intensif oleh Polisi Militer TNI AU (POM AU). TNI AU menegaskan akan mengusut tuntas dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Meski berpangkat sama-sama Serda, keempat senior tersebut adalah angkatan yang lebih tua dari Serda Ahmad. Di sinilah letak masalahnya.

Secara aturan resmi TNI, yang dihormati adalah pangkat. Jika pangkat sama, maka kedudukan sama. Namun di lapangan, yang berlaku adalah hukum tak tertulis: siapa angkatan lebih tua, dia adalah senior yang perintahnya wajib dituruti, bahkan untuk urusan di luar dinas.

- Fenomena Senioritas Bak Tuhan.

Inilah yang disebut prajurit sebagai Senioritas Bak Tuhan.

Di dalam barak, senioritas informal ini seringkali lebih ditakuti daripada aturan resmi. Junior tidak berani melawan, bukan karena tidak mampu, tapi karena takut dikucilkan, dibully, hingga karirnya dihambat. Menolak disuruh beli mie saja bisa dianggap sebagai pembangkangan yang tak bisa dilawan.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Rusia ada tradisi brutal bernama Dedovshchina, di Korea Selatan ada budaya sunbae-hoobae yang sampai memicu bunuh diri di barak.

- Militer Terkuat di Dunia Melarang Fenomena Ini.

Di militer Amerika dan Inggris, senioritas seperti ini sudah dianggap sebagai tindak pidana. Senior yang menyuruh junior untuk kepentingan pribadi atau melakukan kekerasan, akan langsung di-court martial dan dipenjara. Junior punya jalur lapor aman tanpa takut balas dendam.

Pertanyaannya, sampai kapan di Indonesia fenomena ini akan terus terjadi? Padahal bagi seorang muslim menghilangkan nyawa memiliki konsekuensi yang sangat berat, apalagi bukankah menjadi Tentara juga sama-sama bekerja untuk mencari nafkah keluarga? Menghargai sesama seharusnya menjadi prioritas utama.

Tapi bagaimana menurut kalian?

Disadur dari: News Detik

#tahukahkamu #funfact #edukasi #TNI #TNI_AU #senioritas #viral #trending