Membongkar Fitnah Terhadap Habib Luthfi: Kebenaran di Balik Lahirnya JATMA ASWAJA
Senin, 24 Agustus 2026
Faktakini.info
*Membongkar Fitnah Terhadap Habib Luthfi:*
*Kebenaran di Balik Lahirnya JATMA ASWAJA*
Oleh : Gus Said Ridwan Lirboyo
Tuduhan bahwa Habib Luthfi bin Yahya mendirikan *JATMA ASWAJA* karena "tidak terima disingkirkan dari JATMAN" adalah sebuah *fitnah keji, kebohongan publik, dan sangkaan buruk (*su'udzhan*) yang sangat menyesatkan.
Orang-orang yang menyebarkan narasi tersebut hanya melihat dinamika organisasi dari kaca mata ambisi jabatan, sehingga gagap memahami hakikat perjuangan seorang ulama dan pimpinan sufi dunia.
Berikut adalah fakta sejarah dan realitas yang membungkam fitnah tersebut:
*1. Dorongan Kuat Mursyid dan Murid Dalam–Luar Negeri*
Pendirian JATMA ASWAJA bukan atas dasar keinginan pribadi atau kekecewaan ego seorang Habib Luthfi.
Langkah ini murni lahir dari *desakan, permohonan, dan dorongan masif dari para mursyid serta murid-murid beliau*, baik dari pelosok Nusantara maupun mancanegara, yang membutuhkan wadah pembinaan thariqah yang fokus, murni, dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan pragmatis. Dan kemudian di setujui beliau setelah dapat petunjuk dari istikharah.
2 *. Permintaan Lama yang Ditahan Demi Menjaga Adab*
Aspirasi agar Habib Luthfi mendirikan organisasi thariqah tersendiri sebenarnya
*sudah bergema sejak lama*, saat beliau masih aktif memimpin JATMAN.
Namun, karena tinggi dan luhurnya adab beliau, Habib Luthfi berulang kali menahan diri demi menjaga keutuhan wadah yang ada serta menghormati ikatan keorganisasian.
Beliau memilih tetap membesarkan JATMAN dengan penuh keikhlasan selama lebih dari *20 tahun*.
*3. Amanah Dunia: Forum Sufi Internasional (2016)*
Titik balik penting terjadi pada April 2019, ketika ulama mursyid dari puluhan negara secara aklamasi *mendaulat Habib Luthfi untuk memimpin Forum Sufi dunia (*World Sufi Assembly*).
Skala khidmah beliau secara otomatis meluas ke tingkat peradaban dunia.
Kapasitas dan tanggung jawab internasional ini menuntut fleksibilitas dakwah zikir yang melampaui sekat-sekat birokrasi lokal.
*4. Melepas JATMAN Demi Kemurnian Dakwah*
Ketika panggung JATMAN mulai banyak disusupi oleh oknum-oknum yang berambisi menguasai struktur organisasi, dengan segala cara yang sudah tidak bisa di nasehati, Habib Luthfi dengan jiwa besar dan ketenangan seorang arifin billah *memilih untuk melepas JATMAN**.
Setelah 20 tahun lebih membesarkan dan membawa JATMAN ke puncak kejayaannya, beliau tidak sedikit pun merasa rugi atau tersingkirkan.
Bagi seorang ulama sufi, jabatan organisasi adalah hal kecil; yang utama adalah kemurnian ajaran dan keselamatan jemaah.
*5. Lahirnya JATMA ASWAJA Sebagai Keniscayaan*
Ketika situasi semakin mendesak dan gelombang permohonan dari para jemaah serta tokoh thariqah dunia tidak lagi bisa ditahan, maka lahirnya *JATMA ASWAJA* di bawah pimpinan langsung Habib Luthfi menjadi sebuah *keniscayaan sejarah yang tidak bisa ditolak lagi.*
Maka
JATMA ASWAJA lahir bukan sebagai saingan, bukan pula muara sakit hati, melainkan sebagai *Rumah baru bagi pengamal thariqah yang merindukan bimbingan langsung Abah Lutfi*.
Melalui penjelasan fakta ini, biarlah mereka yang masih berprasangka atau gemar menyebar fitnah merenungkan kembali sikapnya. Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan jujur; selebihnya, *monggo kerso* bagi siapapun yang ingin terus memelihara dosa kedengkiannya.
Waktu telah membuktikan dengan jujur: *siapa yang sungguh-sungguh berjuang membumikan nama Allah, dan siapa yang hanya sibuk memperebutkan kursi organisasi.*
Di tulis Gus. Said Ridwan Lirboyo
Nara sumber: KH. Ali Mas'adi
Kediri 20 Agustus 2026 M.
