BUDI-JOKOWI JADI INGAT PKI
Selasa, 25 Agustus 2026
Faktakini.info
BUDI-JOKOWI JADI INGAT PKI
by M Rizal Fsdillah
Kejutan dari Solo terjadi. Tayangan pernyataan relawan Projo Budi Arie Setiadi terpublikasi. Duduk bersama Jokowi ia menyatakan bahwa situasi kini potensial adanya gerakan abnormal yang dapat menjadi sebab perebutan kekuasaan lebih cepat dari canangan tahun 2029. Menurutnya kita tidak boleh berpandangan konvensional. Instink politiknya meyakini kemungkinan perubahan lebih cepat. Gerakan Pati dan lainnya ia sebutkan sebagai fenomena momentum.
Budi Arie menanyakan kesiapan kepada yang hadir. Terdengar kalimat jawaban "Siaap". Jokowi yang disebelahnya entah tenang atau gelisah meminum air di gelas yang ada dimeja. Ungkapan itu seperti sebuah sinyal komando dari pimpinan gerakan Budi Arie dan Jokowi. Konsolidasi menjadi konsekuensi untuk kemudiannya.
Video pertemuan ini menjadi viral di tengah isu agenda demo besar-besaran 27 Agustus 2026.
Teringat dulu aksi PKI bulan September 1965 yang juga mempercepat agenda karena melihat perkembangan politik dan melemahnya kondisi Presiden Soekarno. Kini Budi nampaknya melihat kondisi lemah pada Prabowo dan perkembangan politik yang ada. Memanfaatkan aksi Pati ke Jakarta sebagai modus dari strategi PKI yaitu Desa mengepung Kota.
PKI mahir mengelola isu kelemahan kaum borjuasi seperti korupsi, serakah memiliki aset, kemewahan, serta pengangguran atau sempit lapangan kerja. Harga-harga yang terus naik.
Gerakan Agustus saat ini seperti hendak mengulang aksi tahun lalu. Percobaan menggerakkan loyalitas aparat melawan kelompok mapan. Teringat pula Wapres Gibran yang memanfaatkan momentum dengan menerima bagian dari komunitas pengojek online di Istana. Sang pencuri kecil itu sedang latihan bermain politik. Permainan yang diulangi saat aksi demonstrasi mahasiswa.
Jokowi meski oleh Bambang Tri dalam buku Jokowi Undercover disebut bernasab kader PKI tetapi tentu bukanlah anggota PKI sebab partai ini sudah dibubarkan pada tahun 1966. Namun munculnya Keppres 17 tahun 2022, Keppres 4 tahun 2023, dan Inpres 2 tahun 2023 di masa kepemimpinan Jokowi mengindikasi adanya simpati. Tidak pernah sekalipun Jokowi mengecam pemberontakan PKI tahun 1965. Di masanya terbit buku "Aku Bangga Menjadi Anak PKI" karya Ribka Tjiptaning.
Sekali lagi pernyataan mantan Menkop dan Ketum Projo Budi Arie Setiadi cukup mengagetkan. Masalahnya ia mendampingi atau didampingi oleh Joko Widodo yang semua tahu sedang menggadang-gadang anaknya Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi Presiden tahun 2029.
Kalau bisa dengan mempercepatnya. Gibran sendiri sedang dipersoalkan akan pendidikannya. Tapi itu tidak peduli.
PKI dahulu tidak peduli dengan persyaratan apapun. Prinsipnya adalah menghalalkan segala cara demi tujuan tercapai.
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 25 Agustus 2026
