Laskar Sasak Kutuk Keras Dugaan Intimidasi Oknum DPD RI pada Mediasi Kasus Penjahit Rasis: "Warga Lombok Tidak Sendiri!"
Jum'at, 14 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan Laskar Sasak secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas dan kecaman keras atas insiden mediasi yang berujung pada dugaan intimidasi terhadap warga Lombok. Peristiwa yang melibatkan salah satu oknum anggota DPD RI tersebut dinilai telah mencederai rasa keadilan publik dan memperlakukan korban rasisme secara tidak adil.
Ketua Umum beserta jajaran DPP Laskar Sasak, LKBH dan Pengurus DPD Laskar Sasak dalam suatu pertemuan kompak menyatakan bahwa proses mediasi yang seharusnya menjadi ruang netral untuk mencari solusi damai dan adil, justru berubah menjadi panggung arogansi. Pihaknya menyayangkan sikap oknum pejabat negara yang dinilai lebih condong menekan, menyudutkan, serta memojokkan korban ketimbang menegakkan keadilan objektif.
"Proses mediasi seharusnya menjadi ruang untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak, bukan panggung bagi pejabat untuk mempertontonkan arogansi dan keberpihakan yang tidak pantas," ungkap Miq Denta Ketua Umum Laskar Sasak.
Poin Utama Pernyataan Sikap Laskar Sasak:
Kecaman Keras terhadap Arogansi Pejabat: Laskar Sasak menilai tindakan menekan korban saat mediasi—termasuk penggunaan dalih tanggung jawab ekonomi untuk melemahkan posisi korban—merupakan bentuk penyalahgunaan pengaruh yang mencederai etika publik.
Solidaritas Tanpa Syarat untuk Warga Lombok: Organisasi ini menegaskan komitmen penuh untuk membersamai perjuangan warga Lombok yang menjadi korban perlakuan diskriminatif, baik dalam kasus rasisme awal maupun tekanan psikologis saat mediasi. "Kalian tidak sendirian. Laskar Sasak hadir untuk memastikan suara warga Lombok didengar dan martabat kalian dihormati," tegas mereka.
Desakan Etika dan Pengayoman: Sebagai wakil rakyat di tingkat pusat, anggota DPD RI seharusnya berdiri sebagai pengayom seluruh warga negara, bukan justru memperkeruh suasana dengan membandingkan status sosial atau menyudutkan pencari keadilan.
Penolakan Terhadap Normalisasi Rasisme: Laskar Sasak menegaskan sikap antikemapanan terhadap segala bentuk rasisme yang merendahkan martabat orang Sasak dan masyarakat Lombok di mana pun berada. Hak mencari nafkah dan menuntut keadilan adalah hak asasi yang mutlak.
Pesan Tegas untuk Masyarakat
Melalui narasi ini, Laskar Sasak turut menyampaikan pesan moral agar warga Lombok tetap tegar, solid, dan berani membela hak-haknya di muka hukum. Pihak organisasi memastikan akan terus mematangkan langkah pemantauan serta memberikan dukungan penuh hingga keadilan yang substantif benar-benar terwujud.
“Keadilan harus tegak, harga diri harus dijaga!” tutup pernyataan tersebut.

