KETIKA SENATOR JUSTRU MENGINTIMIDASI KORBAN
Jum'at, 14 Agustus 2026
KETIKA SENATOR JUSTRU MENGINTIMIDASI KORBAN
Kasus rasisme terhadap warga dari suku lain di Bali kembali terjadi. Tetapi yang lebih memprihatinkan justru sikap Dr. Arya Wedakarna dalam proses mediasi.
Bukannya memastikan korban mendapat perlindungan dan proses berjalan adil, dia justru dinilai menekan dan mengintimidasi korban di hadapan pelaku.
Arya Wedakarna adalah wakil Bali di DPD, bukan pengacara bagi warga Bali yang melakukan rasisme.
Kalau warganya melakukan tindakan rasis, tugasnya bukan melindungi pelaku karena dia “orang Bali”, tetapi memastikan korban mendapatkan keadilan.
Rasisme tetap rasisme, siapa pun pelakunya.
Dan kalau seorang pejabat negara justru membuat korban merasa terintimidasi, pertanyaannya
Ini mediasi, atau pembelaan primordial yang dibungkus sebagai mediasi?
