[Video] Menodai Kesucian Acara Maulid Nabi ﷺ, PWI LS Dihadang Warga Saat Hendak Membubarkan Ceramah Habib Hanif

 




Jum'at, 14 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Hari Jum'at, 14 Agustus 2026 — Dr. Habib Hanif Alathas menghadiri undangan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Majlis Al-Husaini, Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Acara tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan diselenggarakan di kediaman almarhum Habib Muhammad bin Sholeh Alhabsyi. Sebagai kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat, acara tersebut selalu dihadiri ribuan umat Islam dan selama ini berlangsung dengan lancar, tertib, serta penuh keberkahan.

Namun, menjelang akhir acara, ketika Habib Hanif masih menyampaikan ceramah, tiba-tiba sekelompok massa yang disebut sebagai PWI LS, berjumlah sekitar 20 orang, turun dari kendaraan dan berusaha masuk ke lokasi acara. Mereka datang dengan tujuan meminta agar ceramah Habib Hanif dihentikan dan acara tersebut dibubarkan.

Melihat situasi tersebut, Laskar FPI bersama masyarakat yang hadir segera menghadang dan meminta mereka untuk tidak masuk ke area acara. Namun, pihak PWI LS tetap menyampaikan tuntutan agar Habib Hanif menghentikan ceramah dan acara segera dibubarkan.

Salah seorang perwakilan panitia kemudian meminta agar perwakilan atau ketua PWI LS hadir untuk memberikan penjelasan dan berdiskusi mengenai alasan penghentian acara tersebut. Perwakilan panitia menyampaikan, “Jika memang maunya begitu, silakan hadirkan ketua kalian. Ana mau bertanya dan berdiskusi terkait alasan mereka ini apa, sampai acara harus bubar.” Namun, menurut pihak panitia, ketua PWI LS tidak hadir menemui mereka. Massa yang berada di lokasi tetap menyuarakan tuntutan agar acara dihentikan dan dibubarkan.

Untuk mencegah situasi semakin memanas, pihak MUSPIKA yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil turut turun tangan bersama jajaran kepolisian dari Polres untuk mengupayakan agar kondisi kembali kondusif.

Berdasarkan keterangan pihak MUSPIKA, PWI LS sebenarnya telah meminta agar acara dibubarkan sejak awal. Namun, mereka sebelumnya ditahan dan diarahkan untuk berada di kantor kecamatan. Menurut pemantauan di lokasi, terdapat sekitar 30–40 orang dari pihak PWI LS yang berada di kantor kecamatan. Jumlah tersebut berbeda dengan sekitar 20 orang yang kemudian datang dan berusaha masuk ke lokasi acara.

Setelah dilakukan komunikasi dan diskusi antara pihak panitia dengan MUSPIKA, akhirnya pihak MUSPIKA mengambil langkah untuk membubarkan massa PWI LS dari lokasi. Pihak MUSPIKA juga memberikan jaminan bahwa massa tersebut akan meninggalkan lokasi dan jamaah bersama Habib Hanif dapat menyelesaikan kegiatan serta meninggalkan tempat dengan aman tanpa gangguan.

Dengan demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan acara Maulid Nabi ﷺ dapat berlangsung hingga selesai dalam keadaan kondusif.

Klik video: