Hadiri Maulid Nabi dan Haul ke-17 Habib Syech Aljufri di Condet, Habib Rizieq Ingatkan Bahaya LGBT-Q
Senin, 17 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus Haul ke-16 Almarhum Habib Syech bin Ali Aljufri digelar di SMPIT Al-Khairaat, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut dihadiri ribuan jamaah serta sejumlah ulama, habaib, keluarga besar Shohibul Bait dan tokoh umat Islam.
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan ziarah ke makam Habib Syech bin Ali Aljufri yang berada di depan kompleks SMPIT Al-Khairaat. Setelah ziarah, jamaah mengikuti pembacaan dzikir dan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana khidmat.
Tradisi peringatan Maulid sekaligus haul tersebut diketahui telah menjadi agenda tahunan keluarga besar Habib Syech Aljufri. Pada peringatan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara yang sama juga digelar di kompleks Al-Khairaat Condet dan dihadiri para ulama, habaib serta ribuan jamaah.
Dihadiri Keluarga Besar Shohibul Bait
Hadir dalam kegiatan tersebut keluarga besar Shohibul Bait, termasuk putra-putra Habib Syech bin Ali Aljufri, yakni Habib Muhammad Aljufri, Habib Abdurrahman Aljufri dan Habib Abdul Qodir Aljufri.
Sejumlah ulama dan habaib juga turut hadir, di antaranya Imam Besar Habib Rizieq Syihab beserta rombongan, KH Munawir Aseli, KH Ainul Yakin serta sejumlah tokoh agama lainnya.
Kehadiran Habib Rizieq dalam kegiatan haul Habib Syech Aljufri bukan merupakan hal baru. Pada peringatan haul tahun-tahun sebelumnya, ia juga tercatat hadir dalam kegiatan yang sama di SMPIT Al-Khairaat Condet.
Habib Syech bin Ali Aljufri sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan dakwah dan pendidikan Islam. Beliau lahir di Pekalongan pada 22 Juni 1940 dan kemudian aktif berdakwah serta mengembangkan lembaga pendidikan Islam.
Habib Rizieq: Habib Syech Adalah Guru Saya
Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq Syihab mengenang sosok Habib Syech bin Ali Aljufri sebagai seorang ulama yang memiliki keberanian dan komitmen kuat dalam perjuangan dakwah.
Habib Rizieq juga menyampaikan bahwa Habib Syech merupakan salah satu gurunya. Karena itu, ia menilai sosok Habib Syech bukan hanya dikenang melalui haul, tetapi juga melalui keteladanan, keberanian serta perjuangannya dalam membimbing umat.
Keterangan mengenai kedekatan Habib Syech dengan dunia dakwah dan pendidikan juga tercatat dalam biografi yang diterbitkan lembaga yang terkait dengan keluarga dan yayasan beliau. Habib Syech disebut menempuh pendidikan agama selama bertahun-tahun di Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyah, Malang, sebelum kemudian berdakwah di Jakarta dan berbagai daerah.
Menjelaskan Dalil Maulid Nabi
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq juga menjelaskan mengenai dasar dan argumentasi keagamaan terkait pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia menerangkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sirah dan akhlak Nabi, serta menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan.
Menurutnya, peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat iman dan memperbaiki akhlak umat.
Soroti Bahaya LGBT-Q
Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga mengangkat persoalan LGBT-Q yang menurutnya menjadi salah satu tantangan moral dan sosial yang perlu mendapat perhatian umat.
Ia menjelaskan istilah yang digunakan dalam LGBT-Q sekaligus menyampaikan bahaya yang ditimbulkan fenomena tersebut terhadap kehidupan masyarakat dan generasi muda.
Habib Rizieq mengajak para orang tua, pendidik, ulama dan tokoh masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan agama dan pembentukan akhlak generasi muda.
Menurutnya, penguatan keluarga, pendidikan dan lingkungan yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga generasi dari berbagai pengaruh yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Serukan Persatuan Ulama dan Habaib
Pada bagian lain ceramahnya, Habib Rizieq menyerukan agar para ulama dan habaib terus menjaga persatuan serta tidak mudah dipecah-belah oleh berbagai perbedaan.
Ia juga menyinggung polemik mengenai nasab habaib yang dalam beberapa waktu terakhir difitnah oleh Sekte Imad bin Sarman Begal Nasab, orang-orang gila nasab yang sangat iri dan benci kepada nasab habaib. Ia mengajak para ulama, habaib dan umat Islam untuk tidak terprovokasi oleh perselisihan yang dapat memecah persaudaraan.
Seruan persatuan semacam ini juga pernah disampaikan dalam peringatan Maulid dan Haul Habib Syech Aljufri pada tahun-tahun sebelumnya. Pada peringatan 2024, misalnya, Habib Rizieq menyerukan umat Islam agar tidak mudah diadu domba di tengah polemik nasab habaib.
Haul sebagai Momentum Meneruskan Perjuangan
Peringatan Haul ke-17 Habib Syech bin Ali Aljufri pada akhirnya bukan sekadar mengenang wafatnya seorang ulama. Bagi keluarga dan jamaah yang hadir, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjuangan dakwah, pendidikan dan pengabdian beliau kepada umat.
Habib Syech dikenal aktif dalam bidang dakwah dan pendidikan. Lembaga pendidikan Al-Khairaat di Condet juga berkembang dari kiprah beliau dalam membangun sarana pendidikan Islam. Situs resmi Alkhairaat mencatat bahwa Yayasan Miftahul Khairaat didirikan untuk mengelola sarana pendidikan Islam di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dengan dihadiri ribuan jamaah, rangkaian Maulid Nabi dan Haul ke-17 Habib Syech bin Ali Aljufri berlangsung dalam suasana khidmat. Acara tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara keluarga besar Shohibul Bait, ulama, habaib dan masyarakat dalam memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menjaga persatuan umat.
