Parah! Wali Kota di Filipina ternyata WN China
Namun kenyataannya terungkap perlahan, ia sebenarnya adalah warga negara China bernama Guo Huaping yang memalsukan identitas demi mendapatkan kekuasaan dan melindungi operasi bisnis gelapnya.
Kasus ini terkuak pada Maret 2024, saat aparat keamanan menggerebek sebuah kompleks besar milik Guo. Dari luar, tempat itu tampak megah dengan gedung perkantoran, vila mewah, dan kolam renang.
Namun di balik kemewahan tersebut, lokasi itu menjadi pusat operasi penipuan daring dan perjudian ilegal berskala internasional. Lebih dari 700 orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan, ditemukan di sana, dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan dan penyiksaan untuk menjalankan skema penipuan investasi maupun asmara.
Penyelidikan berlanjut dan mengungkap fakta mengejutkan, dokumen kewarganegaraan yang digunakan Guo tidak sah, dan ia sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan publik.
Menyadari situasinya makin terdesak, Guo sempat melarikan diri dari Filipina pada Juli 2024, namun berhasil ditangkap di Indonesia dua bulan kemudian dan dikembalikan untuk menjalani proses hukum. Setelah melalui persidangan yang berlangsung lebih dari satu tahun, pengadilan menjatuhkan vonis berat pada November 2025.
Alice Guo bersama tujuh orang rekanannya dinyatakan bersalah atas tuduhan mengorganisir perdagangan manusia, kejahatan terorganisir, dan penipuan lintas negara. Ia dihukum penjara seumur hidup, ditambah denda sekitar 600 juta rupiah dan kewajiban memberi ganti rugi kepada para korban.
Pemerintah juga menyita seluruh aset yang didapat dari hasil kejahatan tersebut. Kasus ini menjadi titik balik bagi kebijakan Filipina. Pemerintah kemudian melarang seluruh operasi perjudian lepas pantai yang selama ini banyak dikelola oleh warga asing.
Bukan hanya soal kejahatan ekonomi, keberadaan lokasi tersebut yang terletak tidak jauh dari pangkalan militer pun memicu kekhawatiran soal keamanan nasional.
Putusan ini disebut sebagai kemenangan penting, namun pihak berwenang menegaskan bahwa upaya membasmi jaringan serupa masih harus terus dilakukan.
#DPU_DYK || #DPU_STORY
source: CNBC
