Waspada Artikel Jebakan dan False Flag 'Daftar 100 Habaib Pejuang Kemerdekaan Indonesia' Bikinan Pembenci Habaib
Senin, 22 Juni 2026
Faktakini.info, Jakarta - Para pembenci Habaib di media sosial menyebarkan artikel fiktif berjudul “100 Habaib Pejuang Kemerdekaan Indonesia”, yang sengaja mereka sebarkan di media sosial dengan tujuan supaya netizen muslim dan muhibbin ikut-ikutan menyebarkan, dan setelah viral maka para pembenci habaib akan muncul untuk menghajar dan mengolok-olok umat Islam dan mubibbin sebagai "para penyebar hoax, pembelok sejarah bangsa, ini bukti habaib mengklaim pahlawan nusantara", dan narasi-narasi sejenisnya.
Jadi artikel tersebut adalah "false flag" atau konten yang sengaja dibuat dengan tujuan menjebak para pecinta habaib untuk ikut-ikutan menyebarkan, dan setelah artikel tersebut viral, masyarakat yang ikut menyebarkan mereka tuding sebagai penyebar hoaks atau melakukan klaim sejarah secara sepihak.
Karena itu masyarakat diimbau agar tidak mudah ikut menyebarkan informasi atau konten dari para pembenci habaib yang berkaitan dengan isu sejarah, identitas kelompok, dan tokoh nasional tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap konten yang berpotensi menjadi alat provokasi, adu domba, maupun pembentukan opini melalui informasi yang belum jelas asal-usulnya.
Para habaib turut serta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan banyak jasanya seperti misalnya Sultan Syarif Kasim II Banahsan Ba'alawi yang menyumbangkan hartanya sebesar 13 juta gulden untuk kemerdekaan Indonesia, yang jika ditakar dengan ukuran sekarang, nominalnya kira-kira setara 69 juta euro atau lebih dari 1.000 triliun rupiah, dan banyak lagi jasa-jasa beliau lainnya untuk Indonesia.
Karena itu Sultan Syarif Kasim II Banahsan Ba'alawi diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 109/TK/1998. Penetapan gelar tersebut ditandatangani oleh Presiden B.J. Habibie pada tanggal 6 November 1998.
Nama Sultan Syarif Kasim II diabadikan sebagai nama bandar udara internasional di Pekanbaru, Riau.
Kembali ke artikel false flag, nama-nama dan keterangan dalam daftar '100 Habaib Pejuang Kemerdekaan Indonesia' itu fiktif semua.
Cara-cara licik dengan memproduksi berita false flag ini dilakukan oleh pembenci habaib dan begal nasab, karena mereka frustasi sudah bertahun-tahun menyerang nasab habaib, namun hasilnya sia-sia belaka bahkan para pecinta habaib terus bertambah dan acara-acara bersama habaib makin membludak dimana-mana termasuk acara 'Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026' yang digelar Pemprov DKI Jakarta di Monas, Jum'at 19 Juni 2026 yang dihadiri 100 ribu lebih jamaah.
