Setelah Habaib Jadi Sasaran, Sebentar Lagi Para Kyai Juga Akan Diserang Kelompok Mukimad "Londo Ireng"
Setelah Habaib Jadi Sasaran, Sebentar Lagi Para Kyai Juga Akan Diserang Kelompok Mukimad "Londo Ireng"
Sudah menjadi rahasia umum dan kenyataan yang terang benderang di depan mata kita semua, bagaimana gerakan yang dipelopori oleh Mukimad dan kelompoknya—yang sering kita sebut dengan julukan "Londo Ireng" karena tingkah lakunya yang sok berkuasa tapi kelakuannya gelap—telah bergerak sistematis dan bertahap.
Selama ini, sasaran utama serangan, fitnah, hinaan, dan keributan mereka adalah para Habaib, keluarga besar keturunan Rasulullah ﷺ dari jalur Ba ‘Alawi. Mereka menyerang nasab, meragukan sejarah, memaki akhlak, hingga berani berbuat kekerasan seperti membongkar kuburan leluhur para Habaib. Mereka bergerombol, berteriak lantang, seolah-olah merekalah yang paling benar dan yang paling berhak menilai siapa yang salah di muka bumi ini.
Namun, ketahuilah wahai para Kyai, para ulama, dan tokoh agama yang masih berakal sehat: Setelah para Habaib selesai diincar dan diserang, giliran sebentar lagi adalah PARA KYAI.
Jangan pernah merasa aman, jangan pernah merasa "ah, kami kan pribumi, kami kyai, mereka pasti hormat pada kami". Itu semua salah besar. Pola gerakan kelompok Mukimad ini sudah terlihat jelas ujungnya. Begini penjelasan lengkap mengapa dan bagaimana para Kyai sebentar lagi akan menjadi sasaran empuk serangan mereka.
1. Pola Gerakan: Hancurkan Kepercayaan, Kuasai Pikiran
Kelompok Mukimad "Londo Ireng" ini tidak bergerak sembarangan. Mereka punya tujuan akhir: ingin menjadi satu-satunya golongan yang dihormati, satu-satunya pemegang kebenaran, dan ingin menguasai pemahaman agama masyarakat luas.
Untuk mencapai tujuan itu, ada dua rintangan besar yang harus mereka singkirkan dari muka bumi ini:
1. Para Habaib: Karena mereka punya nasab mulia, dihormati masyarakat, punya sejarah panjang, dan menjadi tempat berlindung umat.
2. Para Kyai dan Ulama Besar: Karena mereka punya ilmu, punya pesantren, punya pengikut, dan menjadi rujukan hukum agama.
Langkah pertama yang mereka lakukan adalah menyerang Habaib. Mereka menyebarkan narasi: "Habaib itu palsu, nasabnya bohong, penipuan, jangan ikuti mereka." Tujuannya agar umat menjauh dari Habaib, sehingga kepercayaan umat runtuh.
Nah, kalau langkah pertama ini sudah dianggap selesai atau sudah mulai banyak yang percaya fitnah mereka, maka langkah kedua akan segera dijalankan: Menyerang Para Kyai.
Logikanya sederhana: Kalau mereka sudah merasa berhasil meruntuhkan wibawa Habaib, selanjutnya mereka akan merasa "paling hebat". Lantas, siapa lagi yang menjadi saingan mereka? Para Kyai Pribumi yang tidak sejalan dengan mereka.
Jangan tertipu sikap mereka yang sekarang seolah-olah manis, seolah-olah hormat, seolah-olah mengaku pengikut ulama. Itu semua hanya taktik. Sejarah membuktikan, siapa saja yang tidak sepaham dengan Mukimad, siapa saja yang membela kebenaran, siapa saja yang tidak mau tunduk pada kemauan mereka, maka dialah musuh mereka.
2. Bukti Nyata: Sudah Mulai Menyerang Ulama Besar Dulu
Sebenarnya, serangan terhadap para Kyai dan ulama sudah mereka lakukan sejak dulu, hanya saja kalian mungkin belum menyadarinya.
Coba lihat dan ingat kembali:
Mereka sudah berani menyerang Saykhona Kholil Bangkalan. Dulu mereka mengaku pengikut, tapi begitu tahu Saykhona Kholil sangat memuliakan Habaib, mereka diam-diam meragukan, mengubah sejarah, dan memutarbalikkan ajaran beliau. Mereka berani-beraninya berkata: "Ah, Saykhona Kholil itu keliru di hal ini," atau "Ajaran Saykhona sudah diubah orang." Padahal Saykhona Kholil itu ulama puncak!
Mereka sudah berani menyerang Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Mereka meragukan sanad keilmuannya, meragukan pemahaman beliau, karena Hadrotusyaikh jelas-jelas bersambung ilmunya ke jalur yang sama dengan para Habaib. Bagi mereka, siapa saja yang bersambung dengan Habaib, maka dia salah. Itu berarti Hadrotusyaikh juga masuk sasaran, meski mereka beralasan macam-macam.
Mereka sudah berani menyerang para kyai dan tokoh-tokoh lain yang dulu satu barisan dengan mereka, tapi kemudian sedikit saja berbeda pendapat, langsung dihajar habis-habisan, langsung dikafirkan, langsung dibilang sesat.
Kalau ulama besar seperti Saykhona Kholil dan Hadrotusyaikh saja sudah berani mereka "koreksi" dan serang diam-diam, lantas para Kyai zaman sekarang yang bukan selevel mereka, kira-kira apa yang akan terjadi?
Jawabannya: Akan diserang lebih hebat lagi.
Setelah Habaib habis dihajar, narasi mereka akan berubah menjadi:
"Habaib sudah kita buktikan palsu. Sekarang Kyai-Kyai yang ada itu, ilmunya dangkal, pemahamannya salah, masih banyak kekurangan, dan tidak mengikuti kebenaran murni versi kami."
Sudah bisa dibayangkan, sebentar lagi akan bermunculan tulisan, video, dan ceramah Mukimad serta kawan-kawannya yang mulai menunjuk hidung para Kyai: "Si Kyai A salah faham, Si Kyai B tidak tahu sejarah, Si Kyai C diajari orang, Si Kyai D dibayar Habaib." Begitulah pola mereka.
3. Mengapa Para Kyai Menjadi Sasaran Berikutnya?
Ada beberapa alasan kuat kenapa kelompok Mukimad "Londo Ireng" ini pasti akan menyerang para Kyai, dan ini sudah bisa dipastikan 100% akan terjadi:
Pertama: Mereka Menganggap Diri Paling Pintar
Sifat utama Mukimad dan pengikutnya adalah arogansi ilmu. Mereka merasa dengan baca sedikit di Google, dengan susun silsilah buatan, dengan memutarbalikkan dalil, mereka sudah menjadi ulama besar. Mereka menganggap para Kyai yang mengajar puluhan tahun di pesantren itu "bodoh", "ketinggalan zaman", dan "tidak tahu apa-apa". Karena merasa paling pintar, mereka merasa berhak mengoreksi dan menyerang siapa saja, termasuk Kyai.
Kedua: Para Kyai Penghalang Kekuasaan Mereka
Para Kyai adalah benteng pertahanan umat. Selama para Kyai masih berdiri teguh di atas ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, selama para Kyai masih mengajarkan cinta kasih dan persaudaraan, maka ajaran sesat dan kebencian Mukimad tidak akan bisa masuk. Maka, untuk menguasai umat, para Kyai harus dijatuhkan wibawanya dulu. Harus dicoreng namanya dulu. Supaya umat beralih dari Kyai ke Mukimad.
Ketiga: Pola "Belah Kuasai"
Taktik mereka klasik: Bagi dan Kuasai. Mereka ingin memisahkan umat dari Habaib, lalu memisahkan umat dari Kyai, supaya umat sendirian, bingung, dan akhirnya bergantung pada mereka. Mereka sengaja membuat pertentangan: "Kami golongan benar, kalian golongan Kyai yang salah."
Keempat: Mereka Benci yang Diagungkan Orang
Lihat saja, mereka benci Habaib karena Habaib dihormati orang. Nanti mereka akan benci Kyai karena Kyai juga dihormati orang. Mereka tidak suka ada orang yang dipatuhi, dicintai, dan ditakzimkan masyarakat selain diri mereka sendiri. Sifat iri dan dengki mereka tidak ada habisnya.
4. Kenapa Disebut "Londo Ireng"?
Istilah "Londo Ireng" sangat pas untuk kelompok ini. Zaman dulu ada penjajah kulit putih yang datang menindas, menguasai, dan memaksakan kehendak. Sekarang ada penjajah baru, kulitnya pribumi, tapi kelakuannya persis penjajah: ingin menguasai sejarah, ingin menguasai agama, ingin menguasai pikiran orang lain, dan menindas siapa saja yang berbeda pendapat.
Mereka "Ireng" atau gelap, karena jalan pikiran mereka gelap, hati mereka gelap, dan tujuan mereka gelap.
Dan ciri khas penjajah Londo Ireng ini adalah: Setelah habis menjajah satu wilayah, mereka pindah menjajah wilayah lain.
Setelah Habaib habis-habisan diserang, sebentar lagi para Kyai yang akan diserang. Kalau ada Kyai yang diam saja melihat Habaib dihajar, jangan harap Mukimad akan berterima kasih. Justru setelah Habaib selesai, Kyai itulah yang akan digigit berikutnya.
Ingat peribahasa: "Hari ini di leher tetangga, besok di leher sendiri."
5. Pesan Penting: Para Kyai Harus Sadar dan Bersatu
Inilah peringatan keras buat seluruh para Kyai, ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat:
Jangan pernah merasa aman dengan kelompok Mukimad Londo Ireng ini.
Hari ini mereka teriak: "Kami benci Habaib!"
Besok mereka akan teriak: "Kami benci Kyai yang tidak sejalan dengan kami!"
Jangan mau dimanfaatkan mereka untuk menyerang Habaib, karena itu sama saja kalian menggali kuburan wibawa kalian sendiri. Kalian kira mereka hormat pada kalian? Tidak! Mereka hanya butuh kalian sebagai alat saja. Kalau tugas kalian selesai, kalian akan dibuang dan diserang juga.
Lihatlah fakta: Siapa saja yang dulu satu barisan dengan Mukimad, tapi kemudian berani mengoreksi sedikit saja, langsung jadi musuh. Contohnya Gus dulu pembela mati-matian, begitu agak sadar sedikit, langsung dihajar habis-habisan.
Maka, jalan satu-satunya adalah: Para Kyai harus sadar, harus tahu sejarah, harus memahami siapa sebenarnya Mukimad ini, dan harus bersatu dengan para Habaib dalam membela kebenaran.
Karena musuh kita sama: Kelompok yang ingin merusak sejarah, memecah belah umat, dan menguasai agama dengan cara-cara kotor.
Setelah Habaib, giliran Para Kyai. Waspadalah, waspadalah! Jangan sampai terlambat sadar saat nama kalian sudah menjadi sasaran serangan mereka.
