Asyhari Kabur, Jejak Terakhir di Kudus

Rabu, 6 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Kasus dugaan pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki fase krusial setelah tersangka Kiai Ashari ditetapkan sebagai buronan kepolisian sejak 28 April 2026. Hingga kini, keberadaannya tidak diketahui dan diduga melarikan diri ke luar daerah.

Situasi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, berubah total. Seluruh aktivitas pendidikan terhenti dan kawasan yang sebelumnya ramai kini menjadi sepi.

Perwakilan pemuda Desa Tlogosari, Ahmad Nawawi, menyebut tersangka sudah lama tidak terlihat di sekitar pesantren maupun rumahnya. Ia mengatakan,

"Untuk tersangka sudah lama tidak ada di sekitar pesantren, kabarnya kabur," tuturnya.

Jejak terakhir sosok yang dikenal dekat dengan PWI-LS Pati itu diduga berada di Kabupaten Kudus. Ia disebut sempat terlihat di kawasan Colo, Kecamatan Dawe, tepatnya di Rejenu saat menjalankan kegiatan rutin malam Senin.

"Pada malam Senin terlihat (Ashari) di Rejenu, Colo, Kudus karena yang bersangkutan setiap malam Senin mengadakan acara di sana. Ada warga yang melihat di sana," imbuhnya.

Kasat Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, Kompol Dika Hadian, menjelaskan pihaknya masih melakukan pencarian dan sempat memberi kesempatan tersangka untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia mengatakan,

"Kami tunggu sampai malam bersama keluarga penasehat hukum tidak datang," ujarnya.

Namun karena tersangka tidak kooperatif, polisi kini menegaskan akan mengambil langkah tegas jika terus menghindar.

"Kalau tidak kooperatif, kami tindak tegas," pungkasnya.

Sumber: suara.com