The New Gaza: Sebuah Proyek Resort Donald Trump yang Meng-Vegaskan Gaza
Rabu, 4 Februari 2026
Faktakini.info
*The New Gaza: Sebuah Proyek Resort Donald Trump yang Meng-Vegaskan Gaza*
Davos, Swiss — Jared Kushner, menantu dari Presiden AS Donald Trump dan penasihat senior, mempresentasikan rencana pembangunan besar untuk rekonstruksi Gaza dalam sesi di World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, pada 27 Januari 2026. Rencana ini mencakup visi baru yang mengubah Gaza dari wilayah yang dilanda kehancuran perang menjadi pusat ekonomi dan pariwisata.
Apa yang Akan Terjadi di Gaza? - Rencana ini menggambarkan Gaza sebagai lahan kosong tepi pantai yang akan dibangun menjadi kota modern dengan gedung tinggi residensial, pusat bisnis teknologi, zona wisata pantai, taman dan fasilitas olahraga, hingga bandara baru. Semua ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang mirip dengan pusat hiburan global seperti Dubai atau Las Vegas. Rencana ini diperkenalkan melalui peta berwarna dan gambaran visual hasil teknologi AI, yang memberikan gambaran tentang masa depan Gaza pascaperang.
Siapa yang Terlibat? - Rencana ini diajukan oleh Donald Trump dan Board of Peace — sebuah badan yang dibentuk untuk menangani transformasi kawasan Gaza. Jared Kushner, yang memimpin presentasi, berperan besar dalam merancang rencana tersebut bersama dengan tim penasihatnya.
Kapan Rencana Ini Dipaparkan? - Rencana ini dipaparkan pada 27 Januari 2026, di ajang World Economic Forum di Davos, yang dihadiri oleh pemimpin negara dan investor global.
Di Mana Rencana Ini Akan Dilaksanakan? - Rencana tersebut akan dilaksanakan di Jalur Gaza, wilayah yang terletak di pesisir timur Laut Mediterania, yang selama ini menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina.
Mengapa Rencana Ini Dibuat? - Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk memulihkan Gaza setelah bertahun‑tahun mengalami kehancuran akibat konflik. Rencana ini dirancang untuk membangun kembali Gaza menjadi sebuah kawasan modern yang dapat mendatangkan investasi asing dan pariwisata, sekaligus meningkatkan ekonomi di kawasan tersebut.
Bagaimana Rencana Ini Akan Dilaksanakan? - Rencana ini mencakup pembangunan infrastruktur besar‑besaran, termasuk gedung tinggi, bandara baru, dan zona bisnis modern. Meskipun demikian, proyek ini tidak dilakukan dengan konsultasi langsung dengan warga Palestina, yang akan menjadi pihak yang paling terdampak oleh perubahan besar ini. Banyak pihak menilai rencana ini tidak realistis secara teknis dan mengabaikan hak serta suara masyarakat Gaza.
Meskipun ambisius, rencana ini mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Banyak kritikus berpendapat bahwa pembangunan mewah yang direncanakan bisa menghapus identitas budaya dan sosial Gaza, yang berakar dalam sejarah panjang dan tradisi lokal.
Seorang profesor arsitektur menyebut rencana ini sebagai “Vegas‑ification of Gaza”, merujuk pada perubahan besar yang menjadikan Gaza mirip dengan kota‑kota komersial global, bukannya mempertahankan komunitas lokal yang sudah ada.
Rencana pembangunan Gaza ini mencerminkan upaya besar untuk transformasi ekonomi dan sosial kawasan, namun juga menyisakan banyak pertanyaan mengenai dampaknya terhadap penduduk lokal dan keberlanjutan sosial budaya di Gaza. Banyak yang mempertanyakan apakah proyek ini akan berhasil tanpa partisipasi Palestina dalam perencanaan dan implementasinya.
Setiap rupiah yang dititipkan adalah amanah mulia. Ia menjadi saksi bahwa umat tidak meninggalkan keluarga para pejuang dakwah sendirian.
📌 Masyarakat GAZA mengorbankan hidupnya untuk agama ini.
Kini giliran kita menjaga keluarga yang mereka tinggalkan.
📌 *Salurkan donasi terbaik anda*
💳 Donasi untuk proyek kemanusiaan Gaza:
🏦 BSI (Bank Syariah Indonesia)
📋 7900200913 a.n Persaudaraan Cinta Al-Aqsha
📞 Konfirmasi & info lebih lanjut:
👉 wa.me/6281260602129
