Sekte Imad Jahil Murokkab, dan Upaya Membatalkan Ijma' Dunia dengan Metode Karangan

 



Kamis, 5 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Ulama Nusantara sejak ratusan tahun lalu diakui dunia Islam, bukan oleh simpatisan sendiri, tapi oleh Haramain, Mesir, Syam, Yaman, India, hingga Afrika. Nama-nama seperti Syaikh Yasin al-Fadani (Musnid ad-Dunya) dan Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (Imam Mazhab Syafi’i Masjidil Haram) adalah fakta sejarah, bukan klaim medsos.

Lalu hari ini muncul Imaduddin bin Sarmana bin Arsa cs, orang ajam dari Kresek, tanpa sanad, tanpa ijazah nasab, tanpa pengakuan satu pun dari Naqobah Asyraf dunia, tapi berani membatalkan nasab Ba‘Alawi yang sudah ijma’.

Ini bukan sekadar salah.

Ini jahil murokkab.

Jahil murokkab: orang bodoh yang tidak tahu bahwa dirinya bodoh, lalu merasa paling benar dan paling ilmiah.

Dan istilah ini bukan karangan, tapi dilontarkan langsung oleh ulama nasab otoritatif, di antaranya Syaikh Ibrahim bin Manshur, Naqib Naqobah Asyraf Hijaz, karena:

Kebodohan metodologis

Kenekadan menabrak ijma’

Dan kejumawaan intelektual tanpa dasar

Ilmu Nasab Itu Ilmu, Bukan Emosi dan Dendam

Nasab Ba‘Alawi:

Diakui lintas abad

Ditetapkan oleh ratusan ulama muhaqqiq

Diterima oleh Naqobah Asyraf internasional

Berdiri di atas istifadhah global

Sementara Imad cs:

Menolak ijma’

Mengarang metode sendiri

Mengabaikan kaidah baku

Mengganti ilmu dengan asumsi

Dalam disiplin Islam, ini bukan ijtihad.

Ini penyimpangan manhaj.

Ijtihad gugur jika bertentangan dengan ijma’.

Dan ini bukan satu ijma’, tapi ijma’ dunia Islam.

Aib Intelektual yang Dipertontonkan ke Dunia

Yang mencoreng wajah Islam Indonesia bukan habaib, bukan ulama pesantren, tapi:

Orang yang tidak paham ilmu nasab tapi sok membatalkan nasab

Orang yang tidak diakui siapa-siapa tapi mengklaim meluruskan dunia

Orang yang jahil murokkab namun paling ribut menuduh

Bayangkan:

Ulama Nusantara diakui Haramain,

tapi Imad cs justru mengajak umat percaya pada metode yang bahkan tidak dikenal dalam kitab nasab klasik.

Ini bukan keberanian ilmiah.

Ini kedunguan yang dipamerkan.

Kesimpulan Pengunci

Nasab Ba‘Alawi adalah ijma’

Ijma’ tidak bisa dibatalkan oleh orang tanpa otoritas

Metode karangan pribadi ≠ ilmu

Imad cs adalah contoh jahil murokkab dalam ilmu nasab

Mereka bukan pembaharu, tapi anomali

Semakin mereka teriak, semakin jelas:

Yang runtuh bukan nasab Ba‘Alawi, tapi kredibilitas mereka sendiri.