Sekte Imad dan Keruntuhan Metodologi Nasab: Kebatilan yang Selalu Merasa Benar Sendiri

 

Kamis, 5 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta -  Perdebatan tentang nasab Nabi Muhammad ﷺ bukan perkara emosi, bukan fanatisme kelompok, dan bukan lomba keyakinan pribadi. Ia adalah ilmu dengan kaidah baku, dijaga berabad-abad oleh ulama lintas mazhab, lintas negeri, dan lintas generasi.

Karena itu, klaim kelompok PWI-LS yang menolak nasab Ba‘alawi bukan sekadar keliru, tetapi runtuh total secara metodologis. Tulisan ini akan mengunci klaim tersebut dari semua sisi—tanpa celah.

I. NASAB ADALAH ILMU RIWAYAH, BUKAN OPINI

Dalam Islam, nasab termasuk ‘ulum naqliyyah (ilmu berbasis riwayat), bukan:

dugaan pribadi

tafsir bebas

klaim “hasil penelitian sendiri”

Kaidah dasar ulama nasab:

“An-nasab yutsbatu bin-naql, la bin-ra’yi.”

Nasab ditetapkan dengan riwayat, bukan pendapat.

❗ PWI-LS justru membalik kaidah ini:

Riwayat global ditolak

Sanad berlapis dibuang

Diganti keyakinan kelompok sendiri

➡️ Ini bukan koreksi ilmiah, tapi pembatalan ilmu.

II. IJMA’ AHLI NASAB DUNIA: FAKTA YANG TIDAK BISA DIHAPUS

Nasab Ba‘alawi diakui oleh ijma’ ahli nasab, antara lain:

Naqobah Asyraf Yaman

Naqobah Asyraf Hijaz

Naqobah Asyraf Mesir

Naqobah Asyraf Maroko

Ulama nasab Sunni lintas mazhab

📌 Fakta penting: Tidak pernah ada satu pun forum resmi ulama nasab internasional yang membatalkan nasab Ba‘alawi.

❓ Pertanyaan mengunci:

Siapa PWI-LS sehingga membatalkan apa yang tidak dibatalkan ulama dunia selama ratusan tahun?

III. MENOLAK NAQOBAH ASYRAF = MENOLAK SISTEM PENJAGA NASAB NABI

Naqobah Asyraf bukan organisasi lokal, tetapi:

lembaga historis penjaga keturunan Nabi ﷺ

berfungsi sejak abad pertengahan Islam

diakui oleh kekhilafahan dan ulama

Ketika PWI-LS berkata:

“Naqobah Asyraf salah semua”

Maka implikasinya:

Semua pencatat nasab Nabi salah

Semua ulama penjaga sanad salah

Seluruh dunia Islam tertipu

➡️ Ini klaim luar biasa tanpa bukti luar biasa.

Dalam logika ilmiah:

Extraordinary claims require extraordinary evidence.

Dan PWI-LS tidak memilikinya.

IV. KERUSAKAN LOGIKA: “SEMUA SALAH, KAMI BENAR”

Ini ciri klasik aliran menyimpang, bukan ciri ilmuwan.

Pola PWI-LS:

Semua ulama salah

Semua sanad rusak

Semua ijma’ diabaikan

Kelompok sendiri paling benar

📌 Pola ini identik dengan:

Lia Eden

aliran pseudo-mesianistik

kelompok keagamaan delusional

➡️ Ilmu tidak pernah lahir sendirian. Kesesatan selalu iya.

V. TIDAK ADA PRESEDEN DALAM SEJARAH ISLAM

Dalam sejarah Islam:

Pernah ada klaim nasab palsu → dibatalkan ulama dengan ijma’

Tidak pernah ada kasus:

satu kelompok kecil membatalkan nasab yang telah diakui dunia Islam

Artinya: ➡️ PWI-LS tidak punya preseden sejarah ➡️ Tidak punya legitimasi ilmiah ➡️ Tidak punya sanad keilmuan

VI. JIKA METODE PWI-LS DITERIMA, ISLAM HANCUR

Mari kita pakai logika lurus.

Jika metode PWI-LS sah:

Setiap orang bisa mengklaim keturunan Nabi

Setiap orang bisa membatalkan sanad

Setiap ijma’ bisa dihancurkan

Setiap ilmu berubah jadi opini

➡️ Maka Islam tidak lagi punya fondasi.

Dan kaidah ushul fiqh jelas:

“Menutup pintu kerusakan didahulukan daripada membuka pintu klaim.”

KESIMPULAN FINAL: PWI-LS TERKUNCI

✔️ Nasab Ba‘alawi sah secara ijma’

✔️ Diakui Naqobah Asyraf dunia

✔️ Dijaga kitab-kitab nasab mu‘tabar

✔️ Diterima ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah

❌ Klaim PWI-LS:

Tidak bersanad

Menolak ijma’

Merusak metodologi

Berdiri di atas keyakinan kelompok

➡️ Secara ilmiah: gugur.

➡️ Secara ushul: batil.

➡️ Secara sejarah: tidak pernah ada.

Kebenaran tidak pernah sendirian,

dan kebatilan selalu merasa paling yakin.