Ketum DPP FPI Hadiri Tabligh Akbar dan Haflah Akhirussanah Ponpes An Najiyah di Semarang

 


Senin, 9 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Pondok Pesantren Salaf An Najiyah, Kledokan Kemuning, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menggelar Tabligh Akbar dan Haflah Akhirussanah pada Ahad (8/2/2026). Kegiatan keagamaan ini dihadiri sekitar 1.500 jamaah yang terdiri dari santri, wali santri, alumni, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah penceramah, di antaranya Ketua Umum.DPP FPI Al Habib Muhammad bin Hussein Al Athas, Lc., MA, KH Najih Zubair, KH Sihabbuddin, KH Ahmad Rofii, serta Zaenal Petir. Turut hadir unsur Forkopimda, Camat, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan FPI dan LPI se-Jawa Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan panitia dan perwakilan santri, penampilan qosidah santri An Najiyah, gema wahyu ilahi, serta mauidzah hasanah dari para penceramah.
Pesan Keilmuan dan Spiritualitas

Dalam tausiyahnya, KH Sihabbuddin menekankan pentingnya mempersiapkan generasi masa depan umat melalui pendidikan, keimanan, dan penguatan spiritual. Ia mengajak jamaah untuk tidak takut menghadapi kehidupan dunia, seraya menanamkan kesadaran bahwa dunia merupakan jatah dari Allah SWT, sementara akhirat harus diperjuangkan dengan amal saleh.

“Dunia itu jatah, akhirat bukan jatah, maka harus diusahakan. Mari menanam kebaikan melalui ibadah, sedekah, dzikir, dan penguatan ilmu,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran pesantren sebagai fondasi pembentukan generasi Islam yang berakhlak, sekaligus mengingatkan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam di tengah arus zaman.

Sementara itu, Al Habib Muhammad Al Athas, Lc., MA dalam ceramahnya menegaskan bahwa pesantren merupakan warisan Rasulullah SAW dan pusat pewarisan Al-Qur’an serta Sunnah. Ia mengajak umat Islam untuk terus menuntut ilmu, meneladani Rasulullah SAW yang sepanjang hidupnya senantiasa memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT.

“Di sisi Allah, yang diangkat derajatnya adalah orang-orang berilmu. Ilmu menjadi penyelamat hidup di dunia dan akhirat,” kata Habib Muhammad Al Athas.

Ia juga menyoroti tantangan modern, termasuk perkembangan teknologi yang dinilai berpotensi menjauhkan umat dari keteladanan ulama. Menurutnya, ulama adalah warasatul anbiya yang berperan sebagai penunjuk arah umat, laksana bintang di langit.

Dalam ceramah tersebut, Habib Muhammad Al Athas turut mengingatkan bahaya perpecahan umat, adu domba, serta pentingnya persatuan antarormas Islam. Beberapa isu kebangsaan dan sosial juga disinggung sebagai bentuk keprihatinan dan ajakan untuk menjaga umat agar tetap berada dalam koridor syariat.

Perkuat Persatuan Umat

Kegiatan tabligh akbar ini berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat hingga selesai. Panitia berharap Haflah Akhirussanah dan Tabligh Akbar Ponpes An Najiyah dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat menuntut ilmu, serta memperkokoh peran pesantren sebagai benteng moral dan spiritual umat.
nitia (bahasa institusional)