MENJAWAB FITNAH "HABIB IBRAHIM BA'ABUD PENGKHIANAT PANGERAN DIPONEGORO"

        

Sabtu, 24 Januari 2026

Faktakini.info

MENJAWAB FITNAH "HABIB IBRAHIM BA'ABUD PENGKHIANAT PANGERAN DIPONEGORO"

Tak henti-henti kelompok Imad bin Sarman, orang-orang gila nasab yang sangat iri pada nasab Habaib, menebar hoax dan fitnah terhadap Habaib.

Pemerhati sejarah dan budaya serta penerjemah Babad Diponegoro ini sampai terheran-heran membaca fitnahan PWI LS

Nassirun Purwokatun

IBRAHIM BA'ABUD PENGKHIANAT DIPONEGORO?

Saya jarang buka yutub. Pas buka, liat postingan tentang Pangeran Diponegoro. Tentang tokoh yang mengkhianatinya. 

Tokoh yang katanya membuat Pangeran Diponegoro tertangkap di Magelang.

Dalam postingan itu, katanya pengkhianatnya bernama Haji Ibrahim Ba'abud, keturunan Ba'alawi.

Saya bingung.

Saya udah membaca Babad Diponegoro sampe tuntas. Pangeran Diponegoro menulis detil siapa saja tokoh yang membujuknya agar mau berunding dengan Belanda.

Pertama ada anaknya, Raden Adipati. Ato yang dalam Babad Banyumas disebut dengan nama Pangeran Suryoatmojo.

Kemudian ada panglimanya. Di antaranya adalah Basah Pengalasan dan Basah Prawiradirja. Basah Pengalasan yang kemudian menulis Babad Kedung Kebo bersama Adipati Cokronegoro.

Berikutnya beberapa penasehatnya. Di antaranya adalah Haji Badarudin, Kyai Mlangi, Syekh Samparwadi, dan Pekih Ibrahim.

Saya ga menemukan nama Haji Ibrahim Ba'abud sebagai tokoh-tokoh yang membujuk Pangeran Diponegoro.

Apakah yang dimaksud adalah Penghulu Pekih Ibrahim?

Menurut Babad Diponegoro, Penghulu Pekih Ibrahim, tidak ada keturunan Ba'abud.

Penghulu Pekih Ibrahim bernama asli Muhammad Kusen. Diberi nama Pekih Ibrahim karena keponakan Kyai Penghulu Ibrahim, penghulu Keraton Jogjakarta.

Penghulu Pekih Ibrahim diangkat menjadi pengganti Kyai Mojo atas persetujuan 142 ulama dari wilayah Pajang, Mataram, Kedu, dan Bagelen.

Lalu, siapa itu Haji Ibrahim Ba'abud?

Mereka dapat sumber dari mana?

Adakah kaitan sama gerakan anti Ba'alawi?

#books